Sergap Gabah, Upaya Jaga Harga Stabil dan Bantu Petani

M Studio    •    Kamis, 08 Feb 2018 18:39 WIB
berita kementan
Sergap Gabah, Upaya Jaga Harga Stabil dan Bantu Petani
Amran Sulaiman (tengah) menghadiri panen raya di Pati, Jawa Tengah.

Pati: Pemerintah membentuk Tim Serap Gabah Petani (Sergap) agar harga gabah petani tidak jatuh di masa panen raya. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen padi di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Panen padi di area seluas 1.753 hektare, yang ditanami varietas Inpari 32 dan Ciherang, dengan produktivitas 9,2 ton per hektare. Tinjauan ke wilayah Pati ini, merupakan hari kedua Mentan keliling Jawa, untuk memastikan langsung kondisi panen dan harga di lapangan. Sebelumnya, Mentan berkunjung ke Jawa Barat.

Harga gabah sudah turun antara Rp700 hingga Rp1.000 per kilogram (kg). Hari ini, harga gabah petani di Pati Rp4.200 per kg. Harga ini harus dijaga agar jangan sampai turun lagi. Di sini lah peran Tim Sergap. Tim tersebut melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Desa & PDT, Bank BRI, Bulog, TNI, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

"Kesejahteraan petani harus kita perhatikan. Kalau harga di bawah HPP, petani rugi. Petani rugi, petani tidak mau tanam. Harusnya tanam dua kali, bisa jadi hanya tanam satu kali. Prinsip petani sangat sederhana. Kalau sudah untung, dia tanam lagi," kata Mentan, Selasa, 7 Februari 2018.

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah sebesar Rp3.700 per kg. Tetapi, pemerintah mengambil langkah awal, dengan menerapkan fleksibilitas, sudah diputuskan dalam rapat koordinasi, yaitu Rp4.070 per kg agar petani terselamatkan.

Kemudian, target serap adalah dua kali lipat hingga Juni dibandingkan tahun lalu, yaitu 2,2 juta ton beras atau setara 4,4 juta ton gabah.

"Bapak Presiden (Joko Widodo), Bapak Wakil Presiden (Jusuf Kalla), selalu perintahkan jaga petani. Yang dijaga adalah pertama, bagaimana menjaga agar petani untung. Yang kedua, kita menjaga infrastruktur," terang Mentan.

"Pemerintah telah membangun dan memperbaiki irigasi. Kemudian memberikan teknologi yang bisa membuat peningkatan produksi serta peningkatan indeks pertanaman. Yang tidak kalah pentingnya, ada yang baru dalam sejarah pertanian Indonesia, yaitu asuransi pertanian. Sudah ada beberapa yang menerima asuransi karena sawahnya terdampak kekeringan, banjir, hama, dan seterusnya," tambah Mentan.


(TRK)