Kebut Pengerjaan Tol Trans Sumatera, BUMN Diminta Sekuritisasi Aset Tol

Husen Miftahudin    •    Sabtu, 14 Oct 2017 09:16 WIB
jalan tol trans sumatera
Kebut Pengerjaan Tol Trans Sumatera, BUMN Diminta Sekuritisasi Aset Tol
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Deli Serdang: Presiden Joko Widodo meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan sekuritisasi aset jalan tol. Hal ini demi mempercepat pendanaan proyek Jalan Tol Trans Sumatera.

"Pendanaan harus siap terus. Oleh sebab itu BUMN (harus) melakukan sekuritisasi," ujar Jokowi saat meresmikan dua ruas tol di Medan, Deli Serdang, Jumat 13 Oktober 2017.

Contohnya Jalan Tol Medan-Binjai. Jalan tol sepanjang 16,72 km itu dipegang oleh PT Hutama Karya (Persero). Bila rampung dan beroperasi, Hutama Karya diminta melakukan limited concession scheme (LCS) Jalan Tol Medan-Binjai.

"Nanti (lakukan) limited concession scheme atau carikan partner dengan swasta. Kalau itu bisa dilakukan, ya akan semakin cepat (pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera)," tegas Jokowi.

LCS merupakan skema pelibatan swasta untuk memperoleh konsesi ke infrastruktur yang beroperasi. Dana yang didapat dari LCS bisa digunakan Hutama Karya untuk membangun proyek pembangunan ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang lainnya.

Menteri BUMN Rini Soemarno menambahkan, pembangunan ruas Jalan Tol Medan-Binjai yang dipegang Hutama Karya masih mengalami kendala pembebasan lahan untuk Seksi-I sepanjang 3,5 km. Rini bersyukur Jokowi meminta Kajati, Kapolda dan Kakanwil BPN Sumatera Utara turut membantu menyelesaikan pembebasan lahan jalan tol yang menelan biaya investasi sebanyak Rp1,29 triliun itu.

Lantaran penugasan, laju pengembalian minimum atau Internal Rate of Return (IRR) Jalan Tol Trans Sumatera yang dibangun Hutama Karya terbilang rendah, termasuk Jalan Tol Medan-Binjai. Bila Jalan Tol Medan-Binjai sudah beroperasi sehingga membuat IRR-nya meningkat, Rini meminta Hutama Karya segera menjualnya dengan mekanisme sekuritisasi aset.

"Hutama Karya memiliki tanggung jawab yang paling berat, paling besar untuk (pembangunan) Jalan Tol Trans Sumatera. Jadi kalau (pembangunan ruas Jalan Tol Trans Sumatera) sudah selesai, IRR-nya bagus, ya kita tawarkan ke semua pihak," paparnya.

"Jika ada beberapa titik yang kita anggap (IRR-nya meningkat), ada bagusnya kita lepaskan. Kalau Trans Sumatera mau dipercepat pembangunannya, maka kita harus lakukan hal-hal seperti ini," tambah Rini.

Rini menyebut Hutama Karya punya tugas membangun ruas tol Padang-Pekanbaru usai ruas Medan-Binjai kelar. Maka itu, bila Jalan Tol Medan-Binjai memiliki nilai IRR-nya yang menguntungkan, maka secepatnya Rini meminta Hutama Karya melakukan sekuritisasi aset ruas tol tersebut dengan skema LCS. Dengan begitu, dana dari ruas tol Medan-Binjai bisa dipergunakan untuk membangun ruas Jalan Tol Padang-Pekanbaru.

"Kalau Medan-Binjai ini sudah tersambung semuanya, Insyaallah nanti Hutama Karya saya mendorong untuk menjual yang Medan-Binjai. Sehingga bisa sepenuhnya membiayai Padang-Pekanbaru, karena sekarang Padang-Pekanbaru belum semua pendanaannya, baru bisa sampai Sicincin (Sumatera Barat)," pungkas Rini.

 


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

2 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA