Pemerintah Minta Pemda Dorong Pengelolaan Pasar Tradisional

   •    Kamis, 19 Oct 2017 17:19 WIB
pasar
Pemerintah Minta Pemda Dorong Pengelolaan Pasar Tradisional
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar rakyat atau pasar tradisional, salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan dana retribusi pasar.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa saat ini sebagian besar retribusi pasar rakyat masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun, diharapkan nantinya dana retribusi tersebut dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Perusahaan Daerah (PD).

"Sebaiknya retribusi itu jangan 100 persen masuk PAD, karena untuk mengelola perlu mengajukan anggaran, menunggu anggaran itu keluar, terlalu lama. Sebaiknya itu menjadi unit sendiri, ada penerimaan dari retribusi," kata Enggartiasto, dikutip dari Antara, Kamis 19 Oktober 2017. 

Enggartiasto menjelaskan, nantinya dana retribusi yang diterima oleh unit mandiri tersebut akan dipergunakan sepenuhnya untuk menjaga kondisi pasar serta meningkatkan pengelolaan. Namun, keinginan pemerintah tersebut baru berupa himbauan.

Skema pengelola pasar tersebut nantinya bisa berupa Perusahaan Daerah (PD) maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT). Enggartiasto menilai, dengan adanya pengelolaan dana retribusi oleh PD maupun UPT tersebut akan meningkatkan kualitas pasar baik fisik maupun managemen. Sebagai contoh, PD Pasar Jaya saat ini mengelola sebanyak 153 pasar yang tersebat di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta.

"Membangun pasar itu mudah, tapi memeliharanya sulit. Pengelolaan retribusi ini kewenangan masing-masing daerah, kita mau usulkan lebih baik retribusi masuk unit pengelola," ujar Enggartiasto.

Diharapkan, pengelolaan dana retribusi tersebut akan bisa diterapkan di pasar-pasar yang telah direvitalisasi menggunakan dana Tugas Perbantuan (TP) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Tercatat, nantinya hingga akhir 2017 sebanyak 2.710 unit pasar yang direvitalisasi secara fisik maupun managemen.

Pada 2017 sendiri kurang lebih sebanyak 904 pasar rakyat akan direvitalisasi, dan dari jumlah tersebut sebanyak 241 unit mendapatkan pembiayaan dari Dana Tugas Pembantuan (TP) dan 618 unit menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan 45 unit pasar dari pendanaan Kementerian Koperasi dan UKM.

Sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, hingga 2019 nanti sebanyak 5.000 pasar rakyat telah terevitalisasi. Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa target tersebut akan bisa terpenuhi, meskipun pada 2017 revitalisasi pasar rakyat masih di bawah target.



(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

11 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA