Tol Laut Jamin Ketersediaan Bahan Pokok di Papua

   •    Minggu, 03 Dec 2017 20:43 WIB
tol laut
Tol Laut Jamin Ketersediaan Bahan Pokok di Papua
Dwelling time. Terbit/Mohhamad.

Biak: Rutinitas jadwal pelayanan angkutan kapal tol laut menyinggahi pelabuhan di berbagai kabupaten di Papua dan Papua Barat berdampak positif dalam upaya menjamin ketersediaan bahan pokok di wilayah paling timur Negara Kesatuan Republik Indonesia itu.

Kebijakan tol laut dengan diberikan subsidi biaya angkutan dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan itu dinilai memperhatikan kebutuhan pembangunan daerah pinggiran.

Rute angkutan tol laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan tujuan Pelabuhan Manokwari-Wasior, Nabire, Serui, dan Biak itu merupakan sarana vital untuk angkutan pengiriman kebutuhan bahan pokok di berbagai kabupaten di wilayah paling timur NKRI itu.

Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor bidang ekonomi pembangunan Mahasunu SIP mengatakan permintaan pengusaha pemasok kebutuhan bahan pokok telah dipenuhi pemerintah pusat dengan menyediakan rute tol laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Pemenuhan permintaan pembukaan tol laut jalur Surabaya-Biak lebih menguntungkan pengusaha lokal untuk menjamin terpenuhinya suplai kebutuhan bahan pokok ke Biak Numfor.

Keuntungan lain dengan dibukanya rute Surabaya-Biak, menurut Mahasunu, berdampak pada alokasi biaya yang lebih murah karena berbagai kebutuhan bahan pokok mudah dipenuhi dari Surabaya yang merupakan pusat produksi aneka barang.

"Pemkab Biak Numfor melalui Dinas Perindag telah memperjuangkan permintaan pengusaha pemasok bahan pokok kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan dan kementerian terkait lainnya di Jakarta," ujarnya dikutip dari Antara, Minggu, 3 Desember 2017.

Mengingat selama ini suplai bahan pokok ke Biak dominan dari Surabaya dan Makassar, Sulawesi Selatan, dengan beragam jenis barang, seperti telur, daging ayam, bumbu masak, sayur mayur serta barang rumah tangga lainnya.

Adanya jasa angkutan tol laut yang digalakkan pemerintah menjadi primadona diminati pengusaha pemasok bahan pokok dan barang strategis lainnya di Kabupaten Biak Numfor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Biak Numfor Widiarto mengakui adanya pelayanan angkutan tol laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Biak Numfor sangat memudahkan pengiriman barang kebutuhan bahan pokok ke wilayah Biak dan sekitarnya.

"Pengiriman barang kebutuhan pokok dan bahan bangunan dari Surabaya ke Biak butuh waktu 26 hari perjalanan, ya kami berharap penyediaan angkutan tol laut yang rutin setiap bulan menyinggahi Pelabuhan Biak," ujarnya.

Widiarto mengakui adanya layanan tol laut ke Biak berdampak positif bagi daerah tujuan karena berbagai bahan pokok untuk masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Bahkan sejak adanya program angkutan tol laut, menurut Widiarto, biaya angkutan pengiriman barang yang dikeluarkan pengusaha distributor pemasok lebih murah karena mendapat subsidi angkutan dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

"Ada selisih biaya angkutan sekali pengiriman yang dapat dihemat oleh pengusaha pemasok barang pokok berkisar Rp7 juta hingga Rp10 jutaan," ungkapnya.

Widiarto mengatakan Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub bernomor:AL108/3/17/DJPL-2017 tentang Jaringan Angkutan Barang di Laut Tahun 2017 tertanggal 22 Juni menjadi dasar pembukaan rute T12 Surabaya-Biak.

Dengan keluarnya Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub tentang Pelayanan Angkutan Tol Laut Surabaya-Biak, menjawab usulan permintaan pengusaha distributor barang pokok kepada pemkab melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

"Jajaran Pemkab Biak Numfor sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah menyediakan layanan tol laut karena membantu pengusaha mengirim kebutuhan barang pokok dan bahan bangunan dari Surabaya ke Biak," ujarnya.

Kehadiran jasa angkutan tol laut di wilayah Papua dan Papua Barat menjadi 'magnet' pengusaha luar Papua untuk menjadi tempat spesial pemasaran barang pokok dengan menikmati angkutan bersubsidi yang diprogramkan pemerintah, dibiayai dari uang rakyat dalam membangun daerah dari wilayah pinggiran.


(SAW)