Investor Dana Pensiun Kanada Minat Proyek Infrastruktur Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 06 Dec 2017 18:57 WIB
infrastruktur
Investor Dana Pensiun Kanada Minat Proyek Infrastruktur Indonesia
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Jakarta: Pemerintah terus mendorong investasi asing masuk ke Indonesia demi memuluskan proyek strategis infrastruktur nasional. Salah satunya lewat skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

Melalui skema PINA, ‎Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan ada investor dana pensiun dari negeri Kanada yang ingin masuk ke proyek infrastruktur di Indonesia pada 2018.

"Tahun depan (PINA) kita tidak banyak karena justru tahun depan kita perkirakan dana-dana terutama dana pensiun di Kanada Amerika mulai masuk,"‎ kata Bambang, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

Dana hasil investasi dari investor tersebut, menurut dia akan masuk ke proyek jalan tol dan listrik.‎ Proyek kelistrikan sendiri saat ini dipegang oleh PT PLN (Persero).

"K‎ita lagi dorong supaya mereka bisa mendapatkan partner sehingga dapat tambahan modal. Kalau jalan tol menyebar kebanyakan di Trans Jawa. Waskita salah satunya," tegas Bambang.

Pada saat ini, sambungnya, skema PINA‎ kebanyakan datang dari negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok. Dari ketiga negara tersebut, modalnya banyak dianggarkan untuk proyek tol dan listrik.

Tak hanya itu, tiga negara dari Asia Timur itu pun menanamkan investasinya ke pembangunan banda udara (bandara).‎ "Bandara ini lebih spesifik karena bandara proyeknya cuma dua kita, yaitu Bandara Kertajati dan Bandara Kulonprogo," pungkas dia.‎

Sebelumnya, Bambang mengaku, skema PINA dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bisa menjadi solusi mengatasi kebutuhan pembiayaan proyek infrastruktur nasional yang besar melalui keterlibatan sektor swasta.

"Ini menjadi solusi mengatasi keterbatasan anggaran APBN dengan menggunakan skema creative financing, sekaligus menjadi solusi penguatan ekuitas BUMN tanpa mengandalkan penyertaan modal negara (PMN)," ujar Bambang.


(SAW)