Bank Mandiri Salurkan Rp92,8 Triliun untuk Pengembangan Infrastruktur

Angga Bratadharma    •    Jumat, 23 Sep 2016 07:44 WIB
bank mandiri
Bank Mandiri Salurkan Rp92,8 Triliun untuk Pengembangan Infrastruktur
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Belitung: Bank Mandiri terus mendukung upaya pengembangan infrastruktur guna merealisasikan kemajuan ekonomi nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menguatkan fungsi intermediasi ke sektor infrastruktur.

Hingga Agustus 2016, Bank Mandiri telah memberikan komitmen penyaluran kredit infrastruktur sebesar Rp92,8 triliun (bank only) atau tumbuh sekitar 40,2 persen secara year on year (yoy). Dari nilai tersebut, penyaluran terbesar diserap oleh sektor transportasi yang mencapai Rp36,4 triliun, dengan proyek yang dibiayai antara lain proyek pengembangan bandara, pelabuhan laut, serta kereta api.

Adapun proyek infrastruktur lain yang memperoleh pendanaan Bank Mandiri antara lain proyek pembangkit tenaga listrik sebesar Rp28,7 triliun, pembangunan jalan tol Rp15,3 triliun dan sektor telekomunikasi Rp12,5 triliun.

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, penyaluran kredit tersebut merupakan komitmen Bank Mandiri dalam membantu merealisasikan program Nawacita pemerintah, terutama pada penciptaan kemandirian ekonomi Indonesia.

"Infrastruktur merupakan salah satu komponen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, melalui penguatan fungsi intermediasi perbankan, infrastruktur di Indonesia dapat semakin baik dan bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian," kata Rohan, saat berbicara dalam media gathering Bank Mandiri, di Belitung, Kamis, 22 September.

Rohan menjelaskan, proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai pada umumnya bersifat tahun jamak/multiyears sehingga proses pencairannya pun mengikuti perkembangan dari masing-masing proyek.

Dengan pola tersebut, lanjutnya, tingkat pencairan kredit yang telah disetujui pun berbeda-beda. Dari nilai komitmen Rp92,8 triliun, pinjaman yang telah dicairkan adalah Rp49,4 triliun, meningkat sekitar 19 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Pada sektor transportasi, pencairan pinjaman hingga Agustus 2016 adalah Rp16,7 triliun. Sementara pencairan kredit untuk pembangkit tenaga listrik telah mencapai Rp15,6 triliun, proyek jalan tol Rp7,6 triliun, dan sektor telekomunikasi Rp8,9 triliun.

"Berkat pengelolaan kredit yang baik, seluruh kualitas kredit sektor infrastruktur Bank Mandiri dinilai lancar," tutur Rohan.

Pengelolaan kredit tersebut, tambahnya, dilakukan melalui strategi diversifikasi limit pinjaman, evaluasi industri dan kinerja calon debitur, koordinasi antar unit bisnis, serta evaluasi portofolio kredit. Di samping itu pada kredit yang exsisting, perseroan menerapkan strategi early warning signal dan prinsip antisipatif serta monitoring administrasi kredit.

"Sampai dengan akhir 2016 kami memproyeksikan rencana penarikan sekitar Rp17 triliun terutama dari proyek-proyek pembangkit listrik serta migas," pungkas Rohan.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA