Industri tak Punya Mentor, Peserta Magang Bisa Dianggap Gangguan

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 02 Feb 2018 19:52 WIB
berita kemenaker
Industri tak Punya Mentor, Peserta Magang Bisa Dianggap Gangguan
Peserta magang di industri. Antara Foto

Jakarta: Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono mengatakan tidak semua industri siap menerima peserta magang. Sebab, tidak semua industri mempunyai mentor khusus untuk membimbing peserta magang.

Ia mengatakan, idealnya setiap industri mempunyai pembimbing (mentor) untuk mendampingi peserta magang. Kenyataannya tidak semua industri mempunyai mentor karena tidak ada tempat khusus untuk pelatihan bagi mentor.

"Tidak semua industri punya training center. Tidak semua industri punya mentor mendampingi peserta magang," kata Bambang di Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018.

Menurutnya, hal ini justru akan berdampak buruk bagi peserta magang. Bukannya pelatihan yang didapat, namun malah menimbulkan masalah.

"Kalau industri tidak punya mentor, peserta magang akan dianggap mengganggu. Karena apa, kalau mereka dimagangkan dan mereka bertanya-tanya kepada seorang yang sedang bekerja, akan mengganggu produktivitas orang yang sedang bekerja," ujar Bambang.

Untuk itu, pihaknya berencana melatih orang menjadi mentor di setiap industri. Rencana tahun ini, Kemenaker melatih sebanyak 8 ribu orang untuk menjadi mentor. Setelah pelatihan, para mentor tersebut akan kembali ke industri dan siap mendampingi para peserta magang.

"Industri memiliki kemampuan teknis yang bagus. Yang tidak dipunyai adalah metodologi mengajarnya. Jadi nanti mentornya bisa menyampaikan ilmunya kepada peserta magang," jelasnya.

Di sisi lain, Bambang menjelaskan tidak ada perbedaan pola pelatihan di balai latihan kerja (BLK) dengan magang di industri. Keduanya sama-sama memberikan pelatihan dan meningkatkan kemampuan para calon tenaga kerja.

"Selama mereka kita latih di BLK, sebagian kita latih dengan memagangkan di industri. Bahkan bisa langsung kerja. Jangan dibedakan pelatihan di BLK dengan magang. Karena magang bagian pelatihan juga yang ada di BLK," ucapnya.


(TRK)