DKI Jakarta Alami Inflasi 0,08% di November

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 05 Dec 2017 10:31 WIB
inflasibank indonesiaekonomi daerah
DKI Jakarta Alami Inflasi 0,08% di November
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DKI Jakarta mencatat inflasi ibu kota pada November 2017 sebesar 0,08 persen (mtm). Perolehan itu lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 0,20 persen (mtm), maupun rata-rata tiga tahun sebelumnya sebesar 0,60 persen (mtm).

Dengan perkembangan ini, tekanan inflasi DKI Jakarta menjelang akhir tahun masih terkendali dengan laju inflasi sebesar 3,05 persen (ytd) atau 3,33 persen (yoy). Stabilnya inflasi didukung oleh deflasi kelompok volatile food dan terjaganya inflasi inti dan administered prices.

"Kelompok volatile food pada November 2017 kembali mengalami deflasi. Hal tersebut terutama disebabkan oleh koreksi harga pada komoditas yang tergabung dalam sub-kelompok buah-buahan dan sayur-sayuran," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Doni P. Joewono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 5 November 2017.

Selain itu, harga beras relatif masih stabil dengan kenaikan harga relatif terbatas, yaitu 0,13 persen (mtm), kendati tengah memasuki musim tanam di beberapa daerah produsen. Terkendalinya harga beras didukung oleh diberlakukannya kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta operasi pasar beras oleh Bulog.

Setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi, kelompok administered prices tercatat mengalami inflasi pada November 2017. Inflasi kelompok ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga rokok akibat penyesuaian tarif cukai sejak awal 2017, serta kenaikan harga bahan bakar 0,19 persen (mtm) akibat kenaikan harga elpiji 12 kg di tingkat distributor.

Namun, tidak adanya tekanan permintaan yang berlebihan pada bulan tersebut didukung dengan turunnya indeks harga angkutan udara sebesar 1,11 persen (mtm) menjaga inflasi kelompok administered prices secara keseluruhan.

Terjaganya inflasi kelompok inti turut mendukung pencapaian inflasi November 2017 yang stabil. Tidak adanya momen khusus yang mendorong permintaan berlebihan selama November 2017, menjadi faktor utama stabilnya kelompok inti.

Beberapa komoditas utama yang tergabung dalam kelompok inti seperti harga sewa rumah, kontrak rumah dan emas perhiasan tidak mengalami perubahan. Harga-harga makanan jadi juga relatif tidak bergejolak, tercermin dari kenaikan indeks yang terbatas, yaitu 0,24 persen (mtm), didukung oleh harga bahan baku pangan yang masih terkendali.


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA