3 Cara Melindungi Diri dari Investasi Bodong

   •    Minggu, 12 Nov 2017 08:27 WIB
tips keuangan
3 Cara Melindungi Diri dari Investasi Bodong
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/M. Rizal)

KEGIATAN investasi dapat menghasilkan banyak keuntungan, namun juga terdapat risiko rugi didalamnya. Hal inilah yang membuat banyak orang malah takut untuk berinvestasi karena takut merugi. Padahal jika investasi dilakukan dengan benar, maka risiko kerugian dapat dihindari.

Ada berbagai faktor yang melatarbelakang terjadinya kerugian dalam berinvestasi, dua di antaranya adalah pengetahuan investasi yang masih sedikit dan banyaknya penipuan mengatasnamakan investasi yang dikenal dengan sebutan investasi bodong.

Nah, agar uang tidak hilang dibawa kabur penipu, berikut ini tips aman berinvestasi yang bisa membuat Anda untung, sesuai ulasan motivator dan pakar marketing Tung Desem Waringin:

1. Lihat tawaran imbal hasil.
Investasi yang resmi biasanya menawarkan keuntungan secara wajar. Tidak hanya itu, penjelasan yang diberikan biasanya juga ilmiah dan berdasarkan data. Beda halnya dengan investasi bodong yang biasanya memberikan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Selain itu, investasi bodong biasanya tidak akan memberikan penjelasan yang lengkap dan masuk akal. Agar calon konsumen percaya, biasanya investasi bodong menunjukkan testimoni palsu dari para nasabahnya. Bila ingin instrumen investasi yang jelas, Anda sebaiknya memilih produk resmi seperti reksa dana, saham, obligasi (surat utang), emas dan logam mulia lainnya.

2. Tidak ada investasi tanpa risiko.
Apapun jenis investasi pasti selalu memiliki risiko walaupun risikonya kecil. Karena investasi pasti ada masa naik dan turun, Anda patut curiga saat ada tawaran untuk berinvestasi tanpa risiko. Bahkan investasi emas dan perak pun berisiko. Pertumbuhan harga emas kerap kalah dibandingakan instrumen investasi lain termasuk perak.

Selain itu, pembelian emas juga mengharuskan investor untuk mengeluarkan dana tambahan yakni biaya pembuatan. Investasi emas sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang.

3. Lihat legalitas perusahaan.
Supaya Anda tidak tertipu produk investasi bohongan, Anda bisa menghubungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menanyakan produk investasi. Perusahaan yang menawarkan investasi resmi terlebih dahulu harus mendaftarkan diri dan diawasi oleh OJK.

Bila belum cukup, Anda juga bisa mencari tahu tentang perusahaan tertentu melalui forum-forum ataupun komunitas investor. Cari tahu juga perusahaan tersebut bergerak di bidang usaha apa. Anda bisa menggunakan internet untuk melakukan sekian riset tersebut.

Investasi memang sangatlah menguntungkan, namun keuntungan sebesar apapun jangan sampai membuat Anda gelap mata dan tidak memikirkan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Lebih cermat sebelum mengambil langkah. Dengan perhitungan yang matang tentu usaha Anda akan menghasilkan hasil yang jauh lebih matang pula. Semoga bermanfaat.

E-book terbaru dari Tung Desem Waringin "61 Rahasia Menjadi Kaya". Download sekarang, Klik di Sini.


(AHL)