Jelang Ramadan, Harga Telur Melesat

   •    Minggu, 14 May 2017 20:07 WIB
harga sembako
Jelang Ramadan, Harga Telur Melesat
Ilustrasi penjualan telur ayam di pasar tradisional ANT/Adeng .

Metrotvnews.com, Madiun: Menjelang bulan ramadan, sejumlah kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan hingga 50 persen. Penyebabnya, berkurangnya pasokan di tengah permintaan pasar yang terus meninggi.

Dari pantauan di sejumlah pasar tradisional di Pasuruan, Minggu 14 Mei sejumlah kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan adalah telur, ayam potong, bawang putih, sayur-mayur dan lainnya.

Harga telur ayam, sebelumnya seharga Rp20.000 per kg naik hingga 50 persen menjadi Rp30.000 per kg. harga ayam potong yang sebelumnya sebesar Rp26.000 per kg, sekarang menjadi Rp35.000 per kg.

"Dari tengkulak yang mengirimi barang, harganya sudah naik. Alasannya, tidak ada tambahan pasokan dari peternak. Padahal masyarakat banyak menginginkan untuk membelinya. Terpaksa harganya naik," kata M Imron, pedagang di Pasar Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Selain telur dan ayam potong, harga bawang putih juga terus merangkak naik. Semula harganya Rp30.000 per kg, naik menjadi Rp45.000 per kg. begitu pula dengan cabai rawit, perlahan-lahan mengalami kenaikan dari Rp27.000 per kg menjadi Rp31.000 per kg.

Terkait dengan mulai naiknya sejumlah kebutuhan bahan pokok, para pedagang berharap agar pemerintah daerah untuk tidak lepas tangan dan terus melakukan kontrol. Bahkan mereka berharap agar pemerintah daerah untuk menggelar operasi pasar.

"Sebenarnya kami ini juga tidak nyaman, jika harga kebutuhan pokok terlalu mahal, keuntungan pedagang juga tidak besar. Jika harga kulakan dari tengkulak naik, kami hanya bisa ikut menaikkan harganya saja. Makanya pemerintah harus turun tangan," kata Juwariyah, pedagang di Pasar Besar Kota Pasuruan.


(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA