Survei OJK: 96,81% Masyarakat Indonesia Memiliki Tujuan Keuangan

Angga Bratadharma    •    Rabu, 17 May 2017 15:41 WIB
ojk
Survei OJK: 96,81% Masyarakat Indonesia Memiliki Tujuan Keuangan
Sejumlah karyawan memasuki Gedung OJK (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 96,81 persen masyarakat Indonesia mengaku memiliki tujuan keuangan. Namun, tujuan keuangan masyarakat masih didominasi dengan tujuan jangka pendek untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan mempertahankan hidup.

Kepala Sub Bagian Literasi dan Informasi, Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Nizhomy mengatakan, dari sebanyak 96,81 persen tersebut terdiri dari 49,11 persen untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, sebanyak 17,68 persen untuk bertahan hidup, dan sebanyak 8,00 persen untuk biaya pendidikan anak.

"Untuk mencapai tujuan keuangan maka upaya utama yang dipilih masyarakat cenderung berupaya dalam upaya jangka pendek yang sejalan dengan kecenderungan tujuan keuangannya," ungkapnya, ditemui di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Jika dirinci, sebanyak 75,29 persen upaya yang dilakukan adalah dengan menabung, sebanyak 42,13 persen upaya yang dilakukan adalah dengan menyusun rencana keuangan, dan sebanyak 38,36 persen upaya yang dilakukan adalah dengan bekerja atau mencari pekerjaan.

Di sisi lain, hanya sebanyak 36,02 persen masyarakat menyatakan memiliki kemampuan menghitung bunga, angsuran, hasil investasi, biaya penggunaan produk, denda, dan tingkat inflasi. Bahkan, sebanyak 93,55 persen responden dapat menjawab soal aritmatika sederhana dengan benar.

Sedangkan sebanyak 30,00 persen menyatakan dapat menghitung bunga, namun ternyata sebanyak 62,61 persen responden dapat memberikan jawaban tepat mengenai perhitungan bunga. Lalu, terdapat sebanyak 10,98 persen yang menyatakan dapat menghitung nilai mata uang/inflasi.

"Tetapi ternyata yang dapat memberikan jawaban yang benar terkait konsep inflasi adalah sebanyak 35,28 persen," kata Nizhomy.

Lebih lanjut, hanya sebanyak 9,67 persen masyarakat yang mengaku dapat melakukan perhitungan hasil investasi yang kenyataanya sebanyak 62,65 persen masyarakat memiliki pemahaman mengenai konsep invesstasi dan risiko.

"Sebanyak 75,37 persen responden menggunakan kantor lembaga pembiayaan, sebanyak 28,90 persen menggunakan ATM, dan sebanyak 20,66 persen responden menggunakan agen terkait pemahaman mengenai keuangan," pungkasnya.


(ABD)