BI Terus Dorong Sektor Properti Lewat Kebijakan Suku Bunga Rendah

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 17 May 2017 13:18 WIB
properti
BI Terus Dorong Sektor Properti Lewat Kebijakan Suku Bunga Rendah
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) bakal terus mendukung sektor properti melalui kebijakan suku bunga rendah. Melalui kebijakan itu, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan sektor properti untuk ‎Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI ‎Ita Rulina‎ memandang, suku bunga kredit yang rendah bisa memberikan stimulus yang baik bagi pertumbuhan KPR. Sebagaimana diketahui, BI telah menurunkan tingkat suku bunga sebesar 100 basis poin di 2016.

"Suku bunga kredit lebih pengaruh ketimbang kebijakan makroprudensial. Tapi, kebijakan makroprudensial, penurunan loan to value (LTV) kita sudah keluarkan empat kali," kata Ita, ditemui dalam seminar 'Sinergi Antara Regulator, Perbankan & Pengembang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kredit & Perlindungan Konsumen di Sektor Property', di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Baca: BI Prediksi Sektor Properti Menggeliat di 2017

Diakui Ita, pasar pembiayaan perumahan sedang mengalami peningkatan saat ini. Namun demikian, potensi permintaan (demand) properti mengalami perlambatan di semester I-2017. Hal itu diakibatkan adanya event Pilkada ‎yang membuat konsumen berpikir ulang dan menunda untuk membeli properti.

"Kenaikan harga komoditas juga belum sepenuhnya berdampak pada kenaikan permintaan KPR," jelas Ita.

Saat ini, lanjut Ita, pembiayaan perumahan KPR terindikasi bukan dari lembaga perbankan saja, tapi mulai terlihat dari nonbank. Pasalnya, lembaga nonbank sudah mulai menawarkan untuk pembiayaan perumahan.

Baca: Pengembang Properti Cenderung Tahan Kenaikan Harga

Sementara perbankan, ujar Ita, masih mampu menjalankan fungsinya dengan baik, seiring tingkat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pertumbuhan penyaluran kredit yang semakin baik dan cukup memadai. Meski demikian, bank masih menghadapi banyak tantangan.

"Struktur pendanaan yang relatif berjangka pendek, sementara pembiayaan di sektor properti membutuhkan waktu yang panjang. Kondisi ini jadi tantangan perbankan menyalurkan pembiayaan perumahan," pungkas Ita.


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA