Pertengahan Oktober, Penerbangan Internasional Perdana di Bandara Silangit Beroperasi

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 14 Sep 2017 16:29 WIB
angkasa pura ii
Pertengahan Oktober, Penerbangan Internasional Perdana di Bandara Silangit Beroperasi
Sejumlah penumpang menaiki pesawat dari Bandara Silangit. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Angkasa Pura (AP) II menargetkan Bandar Udara Silangit, di Tapanuli Sumatera Utara dapat mengoperasikan penerbangan internasional perdana pada pertengahan Oktober tahun ini. 

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, saat ini sedang mempersiapkan infrastruktur seperti perluasan landasan pacu. Landasan pacu tersebut diperpanjang agar pesawat jenis jet dan menengah bisa mendarat atau terbang dari bandara tersebut.

"Jadi sekarang tinggal penyelesaian sampai dengan perpanjangan runway jadi 2.650 meter. Perpanjangan runway sudah dua kali dari 2.250 meter diperpanjang 150 meter, lalu nanti diperpanjang lagi," kata Awaluddin di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Sementara untuk terminal, lanjut Awaluddin, saat ini sedang masuk tahap penyelesaian. Paling lambat fasilitas terminal dapat diselesaikan pada awal Oktober 2017. Awaluddin mengakui, sekarang hanya tinggal pemasangan alat-alat penunjang saja.

"Tinggal beberapa saja saran penunjang, CCTV, public announcement, flight information dispaly sistem, awal Oktober juga bisa selesai," ucap dia.

Semua pihak seperti maskapai prioritas yakni Garuda Indonesia, Badan Otoritas Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Tapanuli Utara, sudah mendukung persemian penerbangan internasional tersebut. Berdasarkan desain dari badan otoritas menyatakan penerbangan internasional perdana dapat dilakukan pertengahan Oktober.

"Desain dari badan otoritas di sekitar 17 Oktober. kesiapannya kondisi itu. Singapura-Danau Toba-Singapura," ungkap dia.

Pada semester I-2017 peningkatan volume penumpang domestik di Bandara Silangit sudah meningkat 300 persen. Dalam satu bulan Bandara Silangit dapat melayani penumpang domestik sekitar 20 ribu sampai 25 ribu atau sekitar 275 ribu sampai 270 ribu per tahun.

Diyakini, dengan penambahan infrastruktur pendukung penerbangan internasional, Bandara Silangit dapat melayani penumpang hingga 300 ribu orang per tahun.

"Dengan adanya tambahan penerbangan internasional mudah-mudahan bisa tembus 300 ribu trafik penumpang. Kapasitas bandara 500 ribu trafik penumpang per tahun. Jadi masih bisa menghandel pergerakan penumpang yang diperkirakan 300 ribu penumpang," jelas dia.

Bandara Silangit akan menjadi bandara internasional. Dua negara yang bisa melakukan penerbangan langsung ke bandara tersebut adalah Malaysia dan Singapura. Melalui penerbangan internasional ini pemerintah optimistis dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia, khususnya ke Danau Toba, Tapanuli Utara, Sumatera.


(SAW)