Mau Isi Ulang Uang Elektronik tak Kena Biaya, via ATM Saja

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 15 Sep 2017 15:36 WIB
transaksi non tunai
Mau Isi Ulang Uang Elektronik tak Kena Biaya, via ATM Saja
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan perbankan milik negara tak membebankan biaya pada masyarakat yang ingin melakukan isi ulang uang elektronik melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Biaya pemeliharaan infrastruktur di ATM menjadi tanggung jawab perbankan.

"Tidak dikenakan biaya tambahan apabila mau isi ulang uang elektronik," kata Deputi bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo pada Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Gatot mengungkapkan, biaya pelayanan dan pemeliharaan infrastruktur di ATM yang ada menjadi beban perbankan tersebut. Masyarakat atau nasabah tidak dibebankan biaya.

Terkait isi ulang selain di ATM, seperti di galeri rekanan bank sebagai penyedia jasa, Gatot enggan memberikan tanggapan lebih lanjut.

"Untuk isi di ATM Himbara (Himpunan Perbankkan Milik Negara) tidak dikenai beban. Untuk di tempat lain bisa ditanya ke sana (BI)," jelas Gatot.

Semula BI berencana menerbitkan aturan yang mengizinkan perbankan penerbit uang elektronik mengenakan biaya transaksi isi ulang atau top up.

Jika pengisian melalui ATM tidak dipungut biaya, pantauan Metrotvnews.com, pengisian ulang melalui minimarket Indomart dikenakan biaya sebesar Rp1.000 tiap satu kali pengisian.

 


(AHL)