Mencicip Manisnya Cokelat Asli Gunung Kidul

Eko Nordiansyah    •    Sabtu, 16 Sep 2017 11:13 WIB
dunia usahacokelat
Mencicip Manisnya Cokelat Asli Gunung Kidul
Berbagai jenis cokelat dijual di Griya Cokelat Nglanggeran. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Cokelat dikenal sebagai salah satu makanan manis yang disukai oleh berbagai kalangan. Namun produk cokelat yang banyak dikenal masyarakat adalah cokelat impor yang diproduksi di luar negeri.

Siapa sangka kini produk daripada olahan cokelat juga bisa dibuat di dalam negeri. Salah satunya adalah di Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Manager Griya Cokelat Nglanggeran, Sugeng Handoko menceritakan, kakao yang merupakan asal mula cokelat sudah lama ditanam oleh warga setempat. Sayangnya karena keterbatasan kemampuan, warga hanya menjual biji kakao atau diolah menjadi dodol cokelat yang seadanya.

Potensi ini sekarang sudah berubah menjadi rejeki yang lebih baik bagi warga Nglanggeran. Hal ini tak lepas ketika 2004 Bank Indonesia (BI) bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan pendampingan.


Warga sedang membuat dodol cokelat. (FOTO: MTVN/Eko)

Kini warga tak sekadar menjual biji kakao atau membuatnya menjadi dodol saja. Produk cokelat sudah meliputi minuman cokelat (Chocomix) dengan berbagai varian, cokelat batangan, dodol cokelat dan salut pisang cokelat.

"Resmi 2 Desember 2016 baru berjalan tujuh bulan ini tapi inisiasi 2014. Juli 2017 penjualan 70.200 buah dikali Rp5.500 sekira Rp39 juta sekian untuk Chocomix saja. Kalau semua produk bisa Rp40 juta sampai Rp50 juta produk," kata Sugeng.

Sebelumnya, produksi sebulan sebanyak satu ton biji kakao basah hanya dihargai Rp8 ribu per kilogramnya. Dengan adanya pengolahan kakao secara mandiri produk yang dihasilkan bisa tahan lebih lama, ditambah dengan harganya yang bisa lebih menguntungkan.



Sugeng berharap produksi serta pendapatan untuk produk cokelat dapat meningkat ke depannya. Apalagi belum seluruh produksi kakao yang dihasilkan oleh warga masuk dan diolah di Griya Cokelat Nglanggeran.

"Untuk pemasaran kami aktif di media sosial dan online shop jadi ada permintaan dari luar kami kirim. Kalau di Jogja kami taruh di toko oleh-oleh. Ke depan kami olah produk makanan," lanjut dia.

Hadirnya Griya Cokelat, kini bisa melengkapi potensi wisata di desa tersebut. Wisatawan yang datang juga bisa menikmati pemandangan di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran, serta Desa Wisata Nglanggeran.

Kini Griya Cokelat Nglanggeran telah memiliki pengolahan cokelat modern di Taman Teknologi Pertanian (TTP). Bahkan kelompok dari berbagai daerah seperti Sulawesi dan Maluku juga ikut belajar pengolahan cokelat di sana.


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA