Perusahaan Rusia Jajaki Buka Kawasan Ekonomi Khusus di Kaltim

   •    Kamis, 13 Jul 2017 21:15 WIB
rusiaindonesia-russia
Perusahaan Rusia Jajaki Buka Kawasan Ekonomi Khusus di Kaltim
Ilustrasi. (FOTO: ANT/Irwansyah Putra)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Kereta Api Borneo (KAB) yang merupakan anak perusahaan Russian Railway, menegaskan komitmennya untuk merealisasikan proyek-proyek di Kalimantan Timur.

"Ada dua proyek yang dikembangkan oleh PT KAB di Kalimantan Timur, yaitu pembangunan jalan KA jalur Utara (Kutai Karta Negara-Kutai Timur) dan jalur Selatan (Kutai Barat-Penajam Paser Utara)," kata Direktur PT Kereta Api Borneo (KAB) Sergey Kuznetsov, dikutip dari Antara, Kamis 13 Juli 2017.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat pembahasan progres pelaksanaan proyek infrastruktur kereta api dengan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, beserta jajaran kepala dinas terkait, sebagaimana dilansir dari siaran pers PT KAB, Kamis.

"Saat ini prioritas realisasi proyek adalah pengembangan di Jalur Selatan, yaitu pembangunan pelabuhan di Buluminung, Penajam Paser Utara, yang diproyeksikan untuk penyimpanan dan pengolahan batu bara serta kargo lainnya dengan kapasitas hingga 5 juta ton," imbuh Sergey.

Ia juga menjelaskan pelabuhan itu dapat menjadi pintu masuk alat-alat berat dan material untuk pembangunan jalur KA nantinya. Secara parallel, persiapan realisasi di jalur utara juga aktif dilakukan.

Di area pelabuhan, yang termasuk dalam kawasan industri Buluminung, PT KAB juga mengalokasikan lahannya untuk dibangun Teknopark, yang nantinya akan diisi oleh para investor-investor Rusia. Sergey menambahkan, proyek-proyek PT KAB dapat menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Dagang Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergey Rossomahov, menjelaskan bahwa beberapa investor besar Rusia sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Teknopark tersebut.

Mereka antara lain, perusahaan pabrik otomotif KAMAZ yang merupakan spesialis produsen mobil truk angkutan berat terkemuka di Rusia, produsen polimer dengan penguat fiber ARMASTEK, perusahaan perakitan kapal OSK, produsen kapal laut Kostroma WHARF, pabrik mesin-mesin produksi UEC.

Selain itu perusahaan bioteknologi NT Farma, produsen segala jenis turbin ROTEK, perusahaan pengembangan Hi-Tech, RTS, serta perusahaan-perusahaan terkemuka Rusia lainnya.

Rossomahov menambahkan, para investor siap berinvestasi di Buluminung jika diberikan insentif berupa fasilitas pengurangan hambatan administratif, fasilitas fiskal, dan fasilitas lainnya. Oleh karena itu, ia meminta agar Gubernur Kalimantan Timur dapat mempertimbangkan pengajuan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi Teknopark PT KAB di Buluminung.

Gubernur Awang Faruk menyambut baik usulan pihak Rusia tersebut, dan menegaskan bahwa hubungan antara Rusia dengan Indonesia sudah terjalin sejak tahun 60-an. Namun sempat stagnan karena kondisi politik setelah masa itu. Kemudian berkat Glasnost-Perestroika di Uni Soviet, dan reformasi di Indonesia, hubungan tersebut terjalin kembali.

Awang Faroek juga optimistis akan kesungguhan pihak PT KAB dalam realisasi proyek-proyeknya di Kalimantan Timur dan menegaskan bahwa pihaknya bersama seluruh jajaran SKPD Kalimantan Timur siap membantu sepenuhnya.


(SAW)