Menko Darmin Anggap Wajar Defisit Perdagangan April 2018

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 15 May 2018 20:52 WIB
defisit anggaran
Menko Darmin Anggap Wajar Defisit Perdagangan April 2018
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution. ANT/Puspa Perwitasari.

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menganggap wajar defisit perdagangan yang terjadi pada April 2018. Pasalnya dengan geliat ekonomi yang tengah meningkat, kenaikan impor barang modal dan bahan baku demi mendorong bergeraknya perekonomian nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada April 2018 mengalami defisit USD1,63 miliar. Hal tersebut karena nilai ekspor hanya mencapai USD14,47 miliar dari impor yang mencapai USD16,09 miliar.

"Jadi, kalau kamu lihat pertumbuhan barang bahan bakunya sama tingginya dengan barang konsumsi," kata Darmin ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Dirinya menambahkan pembangunan proyek infrastruktur maupun non infrastruktur yang dilakukan pemerintah dan swasta mengalami pertumbuhan. Untuk mendukung proyek tersebut, lanjut Darmin, maka dibutuhkan barang modal dan barang baku berasal dari impor.

"Jadi kelihatannya begini, proyek-proyek infrastruktur, di samping proyek-proyek investasi yang swasta yang lain, proyek investasi swasta yang lain itu ditunjukkan oleh meningkatkan pembentukan modal domestik," jelas dia.

Di luar itu, Darmin menilai bergeraknya proyek oleh pemerintah maupun swasta menunjukan investasi yang berjalan. Tak hanya itu, pemerintah juga tetap mendorong ekspor sehingga perekonomian tetap berjalan dan tidak melebarkan defisit perdagangan.

"Selain, mempercepat realisasi investasi dan pembangunan infrastruktur itu, yang dampaknya positif ya pemerintah harus mendorong ekspor, mengimbangi kenaikan impor itu, kalau tidak itu akan dampaknya bisa tidak terlalu baik terhadap neraca pembayaran," pungkasnya.


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

4 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA