Dorong Ekspor, Pemerintah Fokus Tingkatkan Daya Saing di 2019

Desi Angriani    •    Selasa, 08 Jan 2019 11:22 WIB
daya saing indonesiadefisit transaksi berjalanekspor-impor
Dorong Ekspor, Pemerintah Fokus Tingkatkan Daya Saing di 2019
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Pemerintah dalam outlook perekonomian Indonesia 2019 akan memfokuskan peningkatan daya saing di berbagai sektor. Hal tersebut guna mendorong kinerja ekspor sehingga akan menekan angka defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan jalan pintas untuk meningkatkan daya saing ialah dengan mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi. Salah satunya melalui reformasi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta melibatkan industri di dalamnya.

"Terus jangka pendek ada langkah-langkah yang perlu disiapkan untuk dorong daya saing yaitu dorong ekspor dengan meningkatkan kualitas SDM," kata Darmin dalam sambutannya di Hotel Ritz-Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2018.

Menurutnya, rancangan perubahan kurikulum bagi pendidikan dan pelatihan vokasi akan rampung pekan depan. Termasuk rancangan kurikulum bagi perguruan tinggi seperti politeknik dan perguruan setingkat BLK.

"Rancangan sudah tuntas, seminggu ni road map untuk pendidikan vokasi sudah bisa dijelaskan dan dirincikan ke publik," imbuh dia.

Darmin menambahkan dalam jangka panjang, pemerintah telah menyiapkan pembangunan infrastruktur, fasilitas perpajakan serta mereformasi prosedur kemudahan berusaha  melalui sistem online single submission (OSS). Upaya tersebut diyakini dapat mendorong daya saing serta menarik minat investor.

"Semua dikombinasikan. Enggak sekaligus semua dapat terjawab seperti yang diinginkan, penyelesaian tidak bisa dalam jangka pendek saja," pungkas dia.

Dalam outlook perekonomian Indonesia 2019 ini hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Ketua Umum Kadim Rosan P Roeslani, Ekonom Anton Gunawan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, CEO Astra Internasional Prijono Sugiarto, CEO PT Brodo Ganesha Indonesia Yukka Harlanda, Dirut PT INKA Budi Noviantoro dan CEO Mayora Andre Sukendra Atmadja.

 


(AHL)