Manfaatkan Reformasi Ekonomi RI Genjot Ekspor ke Tiongkok

   •    Selasa, 06 Nov 2018 10:29 WIB
kementerian perdaganganindonesia-tiongkok
Manfaatkan Reformasi Ekonomi RI Genjot Ekspor ke Tiongkok
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Kautsar Widya)

Shanghai: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan saat ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Tiongkok karena Presiden Xi Jinping berjanji mereformasi ekonomi negaranya.

"Presiden Xi Jinping saat membuka CIIE (China International Import Expo) yang dia inisiasi sendiri menyatakan telah betul-betul melakukan reformasi ekonomi dan membuka pasar impor. Jadi, kita harus memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan ekspor," kata Mendag Enggartiasto di sela pembukaan CIIE di Shanghai, Tiongkok, Senin, 5 November 2018.

Pameran impor yang diikuti lebih 3.000 perusahaan asing dari 130 negara itu berlangsung hingga Sabtu, 10 November 2018. Pada pameran ini, Indonesia menyertakan 32 perusahaan yang ikut mempromosikan produk, mulai produk makanan dan minuman, kesehatan, sarang burung walet, hingga minyak sawit dan turunannya.

Saat meresmikan pameran impor terbesar yang dilakukan pemerintah Tingkok, Presiden Xi menegaskan akan meningkatkan upaya untuk menstimulasi impor, menurunkan tarif, meringankan prosedur bea cukai, dan menerapkan hukuman keras untuk pelanggaran hak atas kekayaan intelektual. "Ini komitmen tulus kami untuk membuka pasar Tiongkok," katanya.

Mendag menegaskan sikap yang disampaikan langsung oleh orang nomor satu di negara dengan penduduk terbesar di dunia itu harus disikapi serius. Indonesia sudah saatnya mengungguli negara importir lain.

"Terlebih Presiden Jokowi sudah benar memerintahkan untuk perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekspor," ujarnya.

Salah satu caranya, lanjut dia, Kementerian Perdagangan membawa 32 perusahaan untuk mempromosikan produk unggulan mereka di ajang pameran impor terbesar di Tingkok itu. Harapannya Tingkok sebagai salah satu tujuan ekspor Indonesia bisa mengetahui dan meminta lebih banyak lagi karya-karya terbaik Indonesia, termasuk juga negara lain yang hadir di CIIE. "Di sini juga ada sejumlah MoU tahap pertama yang besok (hari ini) kita lihat komoditasnya," katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok terus naik dari USD13,26 miliar pada 2015 menjadi USD15,12 miliar pada 2016, dan pada 2017 naik menjadi USD21,35 miliar. (Media Indonesia)

 


(AHL)