DKI Jakarta Inflasi 0,30% di November 2018

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 04 Dec 2018 09:16 WIB
inflasibank indonesia
DKI Jakarta Inflasi 0,30% di November 2018
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) DKI Jakarta mencatat inflasi ibu kota pada November 2018 sebesar 0,30 persen (mtm). Inflasi di DKI Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yaitu 0,27 persen (mtm), maupun terhadap rata-rata tiga tahun sebelumnya 0,15 persen (mtm).

Dengan demikian, laju inflasi ibu kota tercatat sebesar 2,66 persen (ytd) atau 3,33 persen (yoy). Inflasi terutama disebabkan kenaikan harga bahan makanan, yang tercatat inflasi sebesar 0,62 persen (mtm) dan berkontribusi sebesar 0,11 persen terhadap inflasi November 2018.

"Kenaikan harga kelompok bahan makanan terutama disebabkan meningkatnya harga cabai merah dan beras, seiring dengan berkurangnya pasokan yang masuk ke DKI Jakarta dari berbagai daerah sentra," kata Kepala KPw BI DKI Jakarta Trisno Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Selain itu, masuknya musim hujan turut menyebabkan turunnya produktivitas ayam petelur, sehingga pasokan berkurang dan menyebabkan harga telur ayam ras juga meningkat. Untuk menahan laju kenaikan harga beras lebih jauh, pemerintah melakukan operasi pasar beras tipe medium di Pasar Induk Beras Cipinang pada pertengahan November.

Inflasi DKI Jakarta juga disumbangkan oleh kenaikan harga bensin nonsubsidi dan tarif angkutan udara. Kenaikan harga bensin nonsubsidi seperti pertamax dan pertamina dex pada Oktober 2018 masih memberikan dampak lanjutan terhadap kenaikan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada November 2018.

Selain harga BBM nonsubsidi, kenaikan harga tarif angkutan udara juga turut memiliki andil dalam mendorong inflasi kelompok ini. Menjelang akhir tahun kegiatan ekonomi terutama korporasi, cenderung tinggi, yang juga diikuti aktivitas perjalanan ke luar kota.

"Aktivitas tersebut terutama terjadi pada bulan November, dan diperkirakan mereda ketika memasuki minggu ketiga Desember. Dengan kondisi ini permintaan masyarakat akan jasa penerbangan untuk keperluan berpergian keluar kota meningkat," jelas dia.

Permintaan akan jasa transportasi diperkirakan tetap tinggi pada Desember, namun akan lebih didominasi untuk kegiatan berlibur dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru. Berbagai perkembangan tersebut membawa kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,15 persen (mtm).

Dirinya menambahkan kenaikan harga barang-barang yang tergabung pada kelompok sandang dan kelompok kesehatan, turut mendorong inflasi pada November 2018. Tren kenaikan harga emas internasional telah memicu naiknya harga emas perhiasan di Jakarta.

"Kondisi tersebut selanjutnya mendorong kenaikan harga secara umum pada kelompok sandang, yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,56 persen (mtm)," ungkpanya.

Pada kelompok kesehatan, kenaikan harga barang terutama berasal dari barang-barang perawatan jasmani dan kosmetika, seperti sabun mandi, pasta gigi dan parfum. Berbagai perkembangan harga tersebut menyebabkan kelompok kesehatan mencatat inflasi sebesar 0,84 persen (mtm).


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA