Murdaya Poo Imbau Pengusaha Tionghoa Tidak Takut Ikut Amnesti Pajak

Husen Miftahudin    •    Senin, 19 Sep 2016 13:13 WIB
tax amnesty
Murdaya Poo Imbau Pengusaha Tionghoa Tidak Takut Ikut Amnesti Pajak
Murdaya Poo (Foto: MetroTV)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu pengusaha besar, Murdaya Widyawimarta Poo, mengimbau pengusaha keturunan Tionghoa untuk tidak takut melaporkan hartanya dalam program amnesti pajak atau tax amnesy. Sebab menurutnya, Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sangat menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan seluruh warga negara Indonesia.

Dia mengaku program amnesti pajak telah ditunggu para pengusaha, utamanya pengusaha etnis Tionghoa. Maka itu dia berharap agar para pengusaha, termasuk pengusaha Tionghoa untuk ikut dan menyukseskan program amnesti pajak yang hanya berlaku hingga 31 Maret 2017.

"Kebetulan kami masyarakat Tionghoa banyak pengusaha dan mungkin dulu pernah tidak bayar pajak, jadi kita pakai kesempatan ini. Masyarakat Tionghoa Indonesia tidak usah takut. Kita sudah ada UU Kewarganegaraan dan kesetaraan. Jadi kita tidak akan dibedakan antara pribumi dan nonpribumi," ujar Murdaya, di Kanwil DJP Jakara Selatan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Menurutnya ikut program amnesti pajak berarti berperan dalam membangun perekonomian bangsa. Apalagi saat melaporkan harta, Ditjen Pajak Kemenkeu selaku penyelengara memberi berbagai kemudahan.

Baca: Ditunggu Bertahun-Tahun, Murdaya Poo Lega Ikut Amnesti Pajak

"Kita besar di sini, kita juga mati di sini, ya kita bangun negara ini. Sehingga amnesti pajak ini berkah untuk semuanya. Jadi tidak usah khawatir, pemerintah tidak mungkin melakukan hal-hal yang menyulitkan," tegas Murdaya.


Murdaya Poo (ketiga dari kiri) (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Ditambahkan Murdaya, program amnesti pajak merupakan kesempatan bagi para pengusaha untuk merapihkan laporan harta kekayaan dengan cara yang lebih mudah. Apalagi, apabila para pengusaha menunggak pajak, tidak perlu membayar denda dan hanya membayar tarif tebusan sebesar dua persen, tiga persen, dan lima persen.

Baca: Hari ini, Murdaya Poo Direncanakan Ikut Program Amensti Pajak

"Tionghoa ini banyak pengusaha, sekarang mau dirapihkan. Pakai kesempatan ini, kapan lagi mau dipakai. Memang beberapa bulan ini mereka pikir macam-macam, tapi sekarang mau terbuka," imbuh dia.

Jika para pengusaha tidak memanfaatkan program amnesti pajak, maka kedepannya akan sulit bagi pengusaha untuk melebarkan sayap usaha. "Kalau tidak (ikut), masalah yang besar akan buat kita susah. Negara butuh transparansi, kalau tidak kita yang bantu, siapa lagi," pungkas Murdaya.


 


(ABD)