Pekan ini, Kota Surabaya Jadi Tuan Rumah Bahas Perpajakan Dunia

Amaluddin    •    Senin, 28 Nov 2016 20:21 WIB
perpajakan
 Pekan ini, Kota Surabaya Jadi Tuan Rumah Bahas Perpajakan Dunia
Illustrasi (ANT/Andika Wahyu).

Metrotvnews.com, Surabaya: Untuk kesekian kalinya Kota Surabaya menjadi tempat penyelenggaraan agenda internasional. Puluhan perwakilan dari 23 negara akan berkumpul di Surabaya dalam agenda bertajuk Annual Forum on Developing Countries Policy and Tax Cooperation for Agenda 2030, mulai Rabu 30 November hingga 3 Desember 2016.

Sesuai namanya, agenda ini akan fokus menyambung benang merah permasalah perpajakan di negara-negara berkembang. Agenda ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri RI dengan South Centre, yakni sebuah organisasi yang membidangi investment (investasi), finance (keuangan) dan trading (perdagangan).

"Forum di Surabaya ini merupakan yang pertama dan dimaksudkan sebagai forum tahunan. Nantinya akan diluncurkan di berbagai kota di negara berkembang. Adapun platformnya adalah pembahasan isu pajak di negara-negara berkembang," kata Mohamad Takdir Minister Conselor Perwakilan Tetap RI di Jenewa, yang menangani masalah ekonomi, pajak, invstasi, lingkungan dan perdagangan dalam rilisnya yang diterima Metrotvnews.com, Senin (28/11/2016).

Menurut dia, dipilihnya Surabaya karena geliat prekonomian di Surabaya relatif lebih bagus dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Apalagi, kata dia, Surabaya sukses menggelar agenda internasional seperti Prepcom III UN Habitat yang digelar pada akhir Juli 2016 lalu. 

"Kecenderungan diplomasi saat ini lebih mengedepankan lokal. Contohnya di Brasil, Sao Paulo yang merupakan kota kedua, kini lebih sering menyelenggarakan event dibanding ibu kota nya (Rio de Janeiro). Surabaya ini juga punya potensi yang sama," kata Takdir.

Sementara itu, senior Advisor on Finance and Development South Centre, Manuel F Montes, menambahkan bahwa agenda ini disebut internasional karena perwakilan yang datang meliputi negara-negara berkembang dari berbagai benua. Diantaranya ada dari Benua Afrika, Amerika Latin dan juga Benua Asia. 

"Agenda ini untuk bertukar pikiran tentang gagasan sistem tax di negera-negara berkembang, juga cara memungut pajak yang bertujuan untuk pembangunan di negara berkembang agar revenue pajak tidak hilang akibat transfer pricing,” jelas Montes.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Wiwik Widayati menegaskan, agenda ini menjadi perwujudan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengoptimalkan sektor pariwisata Surabaya di bidang MICE (Meeting Incentive, Conference/Convention and Exhibition). 

“Sektor pariwisata bidang MICE ini salah satu yang kami optimalkan. Dan kami bekerja sama dengan kementerian,” kata Wiwik.



(SAW)