Indonesia Perlu Tangkap Peluang OBOR

   •    Selasa, 20 Jun 2017 15:36 WIB
indonesia-tiongkok
Indonesia Perlu Tangkap Peluang OBOR
Illustrasi (ANT/M Agung Rajasa).

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia perlu menangkap peluang yang lebih besar dari inisiatif One Belt One Road (OBOR) karena berbagai proyek yang disasar dalam inisiatif tersebut dinilai berhubungan erat dengan pembangunan infrastruktur berbagai sektor.

"Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang memiliki potensi ekonomi menjanjikan," kata Presdir PT Bank HSBC Indonesia Sumit Dutta dikutip dari Antara, Selasa 20 Juni 2017.

Berdasarkan hasil kajian Riset Global HSBC, meningkatnya kemakmuran ASEAN terbukti turut meningkatkan permintaan kebutuhan perumahan, sekolah, rumah sakit, rel kereta api, bandar udara, dan fasilitas lainnya.

Menurut analisis HSBC, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, enam negara ASEAN dengan tingkat ekonomi tertinggi, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, diperkirakan akan menginvestasikan sekitar USD2,1 triliun sampai 2030.

Sejalan dengan OBOR yang ambisius dari Tiongkok, kolaborasi dengan keinginan pembangunan tadi berpotensi menghasilkan ledakan investasi dan konstruksi.

Proyek-proyek yang disasar inisiatif itu juga berhubungan erat dengan pembangunan infrastruktur, baik transportasi maupun energi, yang telah dibuktikan oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok di dalam negeri mereka.

Selain itu, hubungan perdagangan ASEAN-Tiongkok sendiri tumbuh melalui rantai suplai kawasan, terutama di industri elektronik dan mesin, dan ada hubungan erat komoditas dagang Tiongkok-ASEAN.

Inisiatif OBOR dinilai mampu menjadi daya tarik pembangunan di negara ASEAN, bukan hanya karena melemahnya investasi langsung luar negeri di negara-negara selain Tiongkok, namun juga karena meledaknya pembangunan infrastruktur di negara-negara bersangkutan.

Pada Juli, PT Bank HSBC Indonesia memperkirakan ASEAN akan memiliki kesenjangan dana pembangunan sebesar USD1,2 triliun hingga 2030. Indonesia (USD700 miliar) dan Thailand (USD150 miliar) akan menjadi negara dengan kesenjangan pendanaan terbesar.

Meningkatnya peringkat investasi dari lembaga pemeringkatan internasional Standard & Poor's yang diperoleh Indonesia juga dinilai didukung oleh penurunan risiko di bidang fiskal serta semakin fokusnya pemerintah dalam menciptakan anggaran yang realistis.

Sebagaimana diwartakan, Pusat Inovasi ASEAN-China akan didirikan di Bali guna mendukung program kerja sama internasional OBOR.

"Tadinya mau didirikan di Singapura atau Malaysia. Tapi kami minta agar didirikan di Bali," kata Duta Besar RI untuk China, Soegeng Rahardjo, di Beijing, Jumat 2 Juni.

Soegeng menambahkan bahwa OBOR merupakan konsep konektivitas di kawasan itu sehingga membutuhkan lembaga inovasi untuk merealisasikanya. Selain sebagai salah satu negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia dianggap penting oleh China untuk bersama-sama membangun infrastruktur melalui konsep OBOR.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA