Jika Lakukan Penggesekan Ganda, Bank akan Tarik Mesin EDC di Toko

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 06 Sep 2017 19:59 WIB
penggesekan ganda kartu
Jika Lakukan Penggesekan Ganda, Bank akan Tarik Mesin EDC di Toko
Illustrasi. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengancam merchant atau toko yang masih melakukan praktik penggesekan ganda untuk transaksi kartu kredit dan kartu debit. Penggesekan di mesin electronic data capture (EDC) sudah cukup sehingga tidak perlu penggesekan lagi di mesin kasir. 

"Kalau sudah ditemukan ya kita peringatkan ya langsung dicabut saja (mesin EDC)," kata Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 6 September 2017.

Dirinya menambahkan, Bank Indonesia (BI) selaku otoritas sistem pembayaran telah melarang praktik gesek ganda. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (BI) Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

"Untungnya BI sudah komunikasikan ya, sehingga card holder jadi lebih pasti lagi. Kalau ada merchant minta (gesek) dua kali ya tidak perlu dilayani," lanjut Baiquni.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto menegaskan akan menindak merchant yang masih melakukan penggesekan ganda. Pasalnya praktik tersebut dicurangi sebagai bentuk pencurian data nasabah.

"Untuk merchant saya pasti tarik kalau perlu EDC-nya. Kalau ketahuan kita akan pertanyakan," kata Suprajarto. 

BI juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau mengalami praktik penggesekan ganda, dapat melaporkan ke Bank Indonesia Contact Center (BICARA) 131, dengan menyebutkan nama pedagang dan nama bank pengelola yang dapat dilihat di stiker mesin EDC.





(SAW)