Kemendes Desain Empat Program Unggulan Agar Desa Mandiri

   •    Minggu, 16 Jul 2017 23:49 WIB
dana desa
Kemendes Desain Empat Program Unggulan Agar Desa Mandiri
Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (kaus biru). Foto: Kemendes

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Masih maraknya kehadiran tengkulak yang menjual hasil panen dan menekan para petani membuat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengambil langkah menggalakkan empat program unggulan. Program ini didesain untuk membuat desa-desa menjadi mandiri.

Keempat program itu antara lain menentukan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades), mengembangkan badan usaha milik desa (BUMDes), membangun embung air desa, dan membangun sarana olahraga desa. 

"Empat program itu diharapkan bisa menghasilkan skala ekonomi yang besar di perdesaan," kata Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dalam keterangan tertulis, Minggu 16 Juli 2017.

Program Prukades, kata dia, membuat masyarakat tak perlu pusing lagi memikirkan proses pascapanen. "Pasar akan melirik hal tersebut lantaran sarana pascapanen akan meningkatkan nilai tambah produk pertanian, baik dari segi jumlah maupun kualitas," kata Eko.

Keempat program ini, kata dia, juga bisa memberikan posisi tawar yang tinggi untuk petani. Petani jadi tak mudah ditekan. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.

"Satgas Dana Desa juga akan mendorong dan mengingatkan agar para kepala desa menjalankan empat program ini. Satgas akan tetap menjalankan tugas utamanya, yakni mengawasi dan mencegah adanya penyelewengan dana desa," ujarnya.



Pada 2015, dana desa yang terserap dari rekening pemerintah daerah ke pemerintah desa telah mencapai 93,17%. Pada 2016, jumlahnya menjadi 96,32%. Sementara pada 2017, hingga 16 Juni, sudah terdapat 413 daerah yang telah menyalurkan dana desa tahap pertama dengan persentase penyaluran 95,54%.

Pemanfaatan dana desa hingga 2016 sudah beragam dengan mayoritas digunakan untuk peningkatan dan perbaikan infrastruktur dasar. Beberapa di antaranya adalah membangun jalan desa sepanjang 66.884 kilometer, saluran irigasi 12.596 unit, embung 696 unit, pasar desa 1.819 unit, PAUD 11.296 unit, Polindes 3.133 unit, Posyandu 7.524 unit, dan Posyandu 7.524 unit.

Hingga tahun ini, dana desa sudah menstimulasi terbentuknya BUMDes sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa sebanyak 18.446 unit. Beberapa BUMDes yang berkembang di antaranya memiliki omzet antara Rp300 juta hingga Rp10 miliar. 

"Hadirnya BUMDes merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan produktivitas masyarakat dan menciptakan lapangan usaha baru. Dengan demikian, masyarakat desa akan mendapatkan manfaat langsung, yakni peningkatan pendapatan," kata Eko.




(UWA)