Transaksi Surat Berharga Komersial Tambah Likuiditas Jangka Pendek

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 28 Jul 2017 07:26 WIB
perbankanbcasurat utangobligasi
Transaksi Surat Berharga Komersial Tambah Likuiditas Jangka Pendek
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menilai jika transaksi Surat Berharga Komersial (SBK) atau Commercial Paper (CP) di pasar uang bisa menambah likuiditas jangka pendek. Dengan aturan dari Bank Indonesia (BI) ini bank tidak perlu meminjam dana yang sifatnya jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.

"Ini meramaikan pasar uang dan alternatif, solusi yang berhubungan dengan likuditas di bank," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, usai konferensi pers, di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 27 Juli 2017.

Meski begitu, Jahja menilai, jika pihaknya akan melihat terlebih dahulu potensi dari transaksi commercial paper di pasar uang. Jika ada 100 commercial paper yang diterbitkan, bisa saja BCA menyerap 10 hingga 20 commercial paper bahkan bisa semuanya diserap perseroan.

"Jadi berapa banyak dan kualitas commercial paper. Sebelum membeli commercial papers ini memang harus ada analisa yang dilakukan. Misal terkait dengan rating dan kualitas dari perusahaan nonbank yang menerbitkan surat berharga komersial ini," jelas dia.

Ketentuan commercial paper tertuang dalam Peraturan BI (PBI) No 19/9/PBI/2017 tentang Penerbitan dan Transaksi Surat Berharga Komersial di Pasar Uang. Terdapat beberapa aspek yang diatur persyaratan korporasi yang dapat menerbitkan commercial paper, kriteria commercial paper yang dapat diterbitkan, kewajiban penerbit commercial paper untuk mendaftarkan rencana penerbitan  kepada BI.

Selanjutnya keempat, prinsip-prinsip keterbukaan informasi mengenai korporasi yang akan menerbitkan commercial paper serta struktur commercial paper. Kelima, prinsip-prinsip dalam penawaran commercial paper kepada calon investor serta keenam, prinsip-prinsip dalam penerbitan dan penatausahaan commercial paper.

"Sesudah ini berjalan PBI ini bukan hanya mengeluarkan produk dan ada rambu-rambu yang dilakukan. Jangan keblablasan masuk ke pasar yang terlalu gampang orang meng-issue commercial paper," pungkas Jahja.


(ABD)