AEKI: Ekspor Kopi Masih Terhambat Kestabilan Produksi

   •    Rabu, 19 Apr 2017 09:32 WIB
eksporkopiproduksi kopi
AEKI: Ekspor Kopi Masih Terhambat Kestabilan Produksi
Pekerja menunjukkan biji kopi arabika yang dijemur (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Metrotvnews.com, Semarang: Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan ekspor kopi dari Indonesia ke beberapa negara masih terhambat oleh kestabilan produksi di dalam negeri. Untuk itu, perlu ada upaya bersama agar persoalan tersebut bisa segera terselesaikan dengan baik.

"Sebetulnya tidak ada penurunan permintaan dari negara-negara konsumsi kopi terbesar di dunia, tetapi karena Indonesia belum dapat menjaga kesinambungan maka sejumlah pabrikan besar dari negara-negara pengimpor kopi tersebut mengalihkan pembeliannya," kata Ketua AEKI Jateng Mulyono Susilo, seperti dikutip dari Antara, di Semarang, Rabu 19 April 2017.

Dia mengatakan beberapa negara dengan konsumsi kopi tertinggi di antaranya Jepang, Amerika, Jerman, Italia, dan Spanyol. Khusus permintaan dari negara pengimpor kopi di Eropa, dikatakannya, agak melemah karena kompetisi dari sentral Amerika. Untuk kopi arabika pengusaha mengambil dari sentral Amerika, sedangkan untuk robusta mengambil dari Vietnam.



"Selain harganya lebih menarik, sentral Amerika dan Vietnam ini bisa mengirimkan volume lebih besar dibandingkan dengna dari Indonesia. Pada dasarnya pabrikan besar butuh kestabilan kopi, sekarang ini yang bisa menjaga kestabilan tersebut baru wilayah sentral Amerika dan Vietnam," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, jika Indonesia ingin memperoleh mitra dari pabrikan besar maka harus menjaga kestabilan produksi kopi setiap tahun sehingga pengiriman dapat tersebut berkesinambungan. Di tahun ini, volume ekspor kopi dari Indonesia mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yaitu dari 540.000 ton di 2016 menjadi 350.000 ton di 2017.

"Penurunannya lebih dari 40 persen dan kondisi ini merupakan dampak dari musim el nino yang terjadi pada 2015," ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya memprediksi volume ekspor akan kembali normal pada 2018 dengan catatan cuaca pada tahun ini mendukung.

 


(ABD)