INSA: Banyak Pungli di Permohonan Perizinan Perkapalan

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 12 Oct 2016 19:09 WIB
pungli
INSA: Banyak Pungli di Permohonan Perizinan Perkapalan
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto. MI/ADAM DWI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia National Shipowner Association (INSA) menilai operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) tekait pengurusan permohonan buku pelaut dan berbagai perizinan perkapalan karena masih digunakan sistem manual. Padahal sudah ada sistem online yang dibuat untuk mengurus perizinan tersebut.

"Kita sebenarnya ada online namun bergantung ada keyakinan dari pegawai menjalankan hal tersebut. Kalau sistem dijalankan dengan semestinya maka hal tersebut (pungli) enggak terjadi," kata Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Meskipun sudah ada proses perizinan online, banyak pelaku usaha khususnya di bidang perkapalan yang memilih perizinan manual. Meskipun dalam praktiknya perizinan dengan tatap muka berpotensi terjadi korupsi.

"Mungkin ada penggunaan manual sehingga ada tatap muka lagi. Kalau diawasi dan dipastikan bahwa sekarang bukan eranya manual lagi. Saya rasa akan selesai masalahnya," jelas dia.

Selama ini, lanjut Carmelita, pungli tidak hanya terjadi di satu lembaga saja. Namun jika mengingat keinginan masyarakat dan pengusaha untuk proses perizinan secara cepat maka pungli tidak bisa dihindarkan.

"Saya rasa balik lagi, hal ini bukan saja di Kementerian Perhubungan saja tapi di lembaga lain ada. Tapi kembali lagi integritas orang tersebut apakah dia punya (integritas), pengusaha sulit juga dan masyarakat sulit karena masyarakat dan pengusaha inginnya cepat," pungkasnya.


(SAW)