Rencana Redenominasi Rupiah, BI: Tunggu Undang-Undangnya Dulu

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 29 Nov 2016 20:48 WIB
redenominasi
Rencana Redenominasi Rupiah, BI: Tunggu Undang-Undangnya Dulu
Rupiah (MI/ROMMY PUJIANTO).

Metrotvnews.com, Jakarta: Implementasi redenominasi atau penyerdehanaan nilai mata uang Rupiah saat ini tengah dipersiapkan oleh pemerintah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas mengatakan bahwa redenominasi rencananya akan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2017. Namun, terdapat beberapa tahap yang harus dilalui sebelum masuk dalam Prolegnas.

"Masuk Prolegnas kan musti ada Undang-Undangnya dulu, dari pemerintah sudah diusulkan masuk Prolegnas," ujar Ronald saat ditemui di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Dirinya menambahkan, jika UU telah disepakati, terdapat transisi selama lima tahun. Selanjutnya, pemerintah tinggal menentukan waktu proses pembahasannya. Menurut Ronald, pembahasan ini sempat direncanakan pada 2013 silam, namun gagal karena ekonomi Indonesia sedang terpuruk.

"Terus 2014 ada tahun pemilu. Kan kita tidak mungkin melakukannya jika ekonomi turun lagi," jelas Ronald.

Pada masa transisi, lanjut Ronald, akan dilakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat. UU ini diharapkan akan selesai dibahas pada tahun depan.

"Yang penting Undang-Undangnya kalau bisa diketok, disepakati, diberlakukan mulai kapan bisa diatur di Undang-Undang. BI hanya bisa mengharapkan biar cepat," paparnya.


(SAW)