Mendag Sambut Surplus Neraca Perdagangan September

   •    Selasa, 18 Oct 2016 19:21 WIB
neraca perdagangan indonesia
Mendag Sambut Surplus Neraca Perdagangan September
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2016 memberikan sinyal positif bagi perdagangan luar negeri yang mulai membaik, dan juga perekonomian secara keseluruhan.

"Perkembangan surplus neraca perdagangan memberikan sinyal positif bagi membaiknya perdagangan luar negeri Indonesia dan perekonomian secara  keseluruhan," kata Enggartiasto dikutip dari Antara, Selasa (18/10/2016). 

Pada September 2016, neraca perdagangan tercatat surplus USD1,2 miliar yang berasal dari surplus perdagangan nonmigas sebesar USD1,9 miliar, sementara perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD700 juta.

"Surplus neraca perdagangan September menjadi yang terbesar sepanjang 2016," kata Enggartiasto yang kerap disapa Enggar tersebut.

Enggar menambahkan, secara kumulatif neraca perdagangan nonmigas Januari-September 2016 surplus sebesar USD9,7 miliar, sementara neraca perdagangan migas defisit USD4,0 miliar. Dengan demikian, secara total, neraca perdagangan Indonesia untuk periode Januari-September 2016 masih surplus USD5,7 miliar.

Beberapa negara mitra dagang memberikan surplus terbesar yaitu India, Amerika Serikat, Filipina, Belanda, dan Pakistan, dengan total nilai perdagangan mencapai USD2,2 miliar. Sementara perdagangan dengan RRT, Thailand, Argentina, Jepang, dan Ukraina menyebabkan defisit nonmigas terbesar yang jumlahnya mencapai USD1,7 miliar.

Meskipun mencatatkan nilai surplus tertinggi sepanjang 2016, Enggar mengungkapkan, nilai ekspor Indonesia pada September 2016 yang sebesar USD12,5 miliar tersebut melemah 0,6 persen dibanding September 2015.

Untuk ekspor nonmigas meningkat 2,9 persen dibandingkan dengan lalu, dan ekspor migas menurun 27,0 persen. Melemahnya ekspor migas tersebut dipengaruhi turunnya ekspor minyak mentah sebesar 27,5 persen, gas sebesar 26,6 persen dan hasil minyak sebesar 26,7 persen.

Baca : BPS Catat Neraca Perdagangan Surplus USD1,22 Miliar di September 2016

Secara umum, ekspor nonmigas Indonesia periode Januari-September 2016 mengalami penurunan ke hampir semua negara.

Namun, lanjut Mendag, masih terdapat negara tujuan ekspor yang meningkat, antara lain ke Swiss sebesar 104,0 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selain itu, untuk periode yang sama, ekspor ke Filipina juga meningkat sebesar 25,1 persen dan Vietnam sebesar 5,9 persen.

Pada September 2016, nilai impor tercatat USD11,3 miliar atau
mengalami penurunan jika dibanding dengan bulan sebelumnya sebesar 8,78 persen. Total nilai impor tersebut terdiri atas impor nonmigas sebesar USD9,5 miliar atau turun 9,7 persen dibanding bulan sebelumnya dan impor migas sebesar USD1,7 miliar atau turun 2,9 persen dibanding dengan periode yang sama.

Secara kumulatif, impor periode Januari-September 2016 mencapai USD98,7 miliar atau menurun 8,61 persen. Namun demikian, nilai impor barang konsumsi justru mengalami kenaikan sebesar 12,8 persen dan berbeda dengan impor barang modal dan bahan baku/penolong yang masing-masing turun sebesar 12,7 persen dan 9,8 persen.


(SAW)