BPS Catat Perdagangan Bali-Tiongkok Surplus USD12,2 Juta

   •    Senin, 17 Oct 2016 09:23 WIB
perdagangan
BPS Catat Perdagangan Bali-Tiongkok Surplus USD12,2 Juta
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Denpasar: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat realisasi ekspor barang kerajinan dan nonmigas dari Bali ke Tiongkok, termasuk Hong Kong mengalami surplus hingga USD12,2 juta selama delapan bulan periode Januari-Agustus 2016. Diharapkan kondisi ini bisa terus terjadi di masa mendatang.

"Mitra bisnis asal Hongkong banyak membeli aneka ragam perhiasan, barang rajutan dan komoditas nonmigas lainnya untuk dijual kembali kepada konsumen yang singgah ke negara tersebut," kata Ni Made Kusuma Dewi, seorang pengusaha sekaligus ekportir di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Senin (17/10/2016).

Baca: Ketidakpastian Brexit ke Perdagangan Indonesia

Meningkatnya penjualan itu didorong membaiknya kondisi ekonomi masyarakat Tiongkok termasuk Hong Kong; yang selama ini menjadi destinasi wisata dunia sebab banyak wisatawan mancanegara datang ke negeri itu.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho menjelaskan, realisasi nilai total ekspor nonmigas Bali ke Tiongkok-Hong Kong selama delapan bulan di 2016 bernilai USD30,7 juta, sementara impor keperluan pengusaha yang didatangkan dari negeri itu sebesar USD18,5 juta.

Baca: Kolaborasi Perdagangan & Investasi Bakal Dorong Ekonomi di TTI

Berbagai jenis barang ekspor yang memasuki pasar Tiongkok-Hong Kong antara lain hasil perikanan laut, berbagai jenis ukiran berbahan baku kayu, perhiasan dan permata buatan Bali rata-rata bernilai USD3,8 juta per bulan.

Surplus perdagangan itu terjadi berkat realisasi ekspor Bali ke negeri tersebut meningkat dari bernilai USD13,5 juta selama Januari-Agustus 2015 menjadi USD30,7 juta selama periode yang sama di 2016, sedangkan impor turun dari USD25,1 juta menjadi hanya USD18,5 juta.

 


(ABD)