Menperin Menindaklanjuti Ekspansi Industri Jepang di Indonesia

Husen Miftahudin    •    Selasa, 18 Oct 2016 11:26 WIB
indonesia-jepang
Menperin Menindaklanjuti Ekspansi Industri Jepang di Indonesia
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menegaskan kunjungan kerjanya ke Jepang untuk menindaklanjuti minat ekspansi beberapa perusahaan asal Negeri Sakura tersebut di Indonesia sehingga meningkatkan pengembangan industri kedua negara.

"Jadi, kami melihat satu per satu persoalan yang mereka hadapi saat ini sekaligus menanyakan komitmennya tentang rencana investasi di Tanah Air," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Misalnya, sebut dia, Toyota Motor Corp yang mau tambah modalnya di Indonesia senbanyak Rp20 triliun hingga 2019. "Komitmen mereka ini telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Jepang, beberapa waktu lalu. Saat ini, investasi yang sudah terealisasi mencapai Rp10 triliun," tuturnya.

Airlangga juga mendorong Toyota Motor Corp untuk terus meningkatkan pemberdayaan pemasok lokal pada industri komponen. Apalagi, rencananya pendirian perusahaan Toyota Motor Corp dan Daihatsu Motor Corp dimulai pada awal Januari 2017 untuk mengembangkan dan memasarkan mobil di Indonesia.

"Di sektor lain, kami juga mendorong pengembangan industri kimia. Hal ini dibahas pada pertemuan kami dengan direksi Sojitz Corporation. Sojitz akan mengembangkan pabrik methanol kedua di Indonesia jika pasokan gas alam dapat dijamin dengan harga yang kompetitif, terutama di Teluk Bintuni, Papua Barat," jelas Airlangga.

Sojitz Corporation diketahui akan membuat roadmap (peta jalan) untuk membangun pabrik methanol berkapasitas 1 juta ton serta melakukan kajian untuk mendirikan pabrik methanol menjadi olefin di Bintuni.

Sojitz Corporation bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara telah menandatangani MoU untuk pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas di Sumatera Utara dengan kapasitas 1x250 mw. Investasi proyek ini mencapai USD250 juta.


(AHL)