OJK Minta Seluruh Inovasi Keuangan Digital Tercatat

Ilham wibowo    •    Jumat, 02 Nov 2018 18:51 WIB
ojkekonomi digital
OJK Minta Seluruh Inovasi Keuangan Digital Tercatat
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13/POJK.02/2018 perlu menjadi perhatian bagi penyelenggara financial technology (fintech) atau inovasi keuangan digital (IKD). Seluruh bentuk kegiatan yang bergerak di bidang ini diwajibkan melakukan pencatatan.

"Industri keuangan digital sudah banyak yang berkembang di pasar. Agar bisa berjalan dengan baik, maka OJK keluarkan aturan ini," ucap Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida di Ruang OJK Infinity, Wisma Mulia 2 Lantai 17, Jakarta Selatan, Jumat, 2 November 2018.

Nurhaida memastikan aturan yang diterapkan menyesuaikan dengan perkembangan IKD yang inovatif setiap saat. Aturan yang telah terbit sejak 16 Agustus 2018 ini hadir sebagai dasar penataan IKD yang terarah serta pengawasan kinerja agar berkelanjutan.

"Jangan diartikan kita ingin pengawasan yang ketat, tapi OJK ingin lihat data IKD ini agar berkembang dengan baik. Sangat penting, karena kalau berkembang tidak sustainable, IKD tumbuh tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Sebagai lembaga pengawas jasa keuangan, masyarakat sebagai konsumen perlu menjadi prioritas sisi keamanan. Nurhaida memastikan ada sanksi tegas saat IKD enggan melakukan pencatatan di OJK.

"Mereka tidak diperkenankan untuk berhubungan secara bisnis dengan pihak perbankan. Karena perbankan kan juga berada di bawah kewenangan OJK," bebernya.

Sementara itu, Deputi Komisioner OJK Institute Sukarela Batunanggar mengatakan hingga saat ini baru ada 21 lembaga IKD yang tercatat resmi. Menurutnya, POJK Nomor 13/POJK.02/2018 ini berada di titik tengah untuk membawa pada perkembangan ekonomi nasional.

"POJK ini juga jelas sebagai syarat membangun awareness. Fintech yang tidak tercatat akan keluar dari ekosistem karena dilarang berhubungan dengan bank. Mereka juga akan sulit bergabung dalam asosiasi," ujarnya.

 


(AHL)