BTN Bidik Nasabah Ritel Kejar DPK Murah

Ade Hapsari Lestarini    •    Minggu, 27 Jan 2019 09:44 WIB
btn
BTN Bidik Nasabah Ritel Kejar DPK Murah
Direktur Utama BTN, Maryono. Dok;BTN.

Jakarta: Menghadapi persaingan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah, perbankan mulai pasang strategi untuk memikat nasabah, di antaranya lewat program poin hadiah dan program undian berhadiah.

Awal tahun ini,  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tidak mau ketinggalan dengan meluncurkan Program Poin Serbu (Serba Untung) BTN. Berbeda dengan program tabungan berhadiah sebelumnya yaitu Serbu BTN yang diundi secara berkala, Poin Serbu BTN memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk menukar poinnya dengan hadiah yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

"Tujuan perubahan skema penukaran poin dari Poin Serbu BTN tahun ini adalah menarik sebanyak mungkin nasabah baru, meningkatkan saldo tabungan dan meningkatkan fee based income (pendapatan non bunga) dari transaksi nasabah lewat seluruh aplikasi," kata Direktur Utama BTN, Maryono usai meluncurkan Program Poin Serbu BTN di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 27 Januari 2019.

Peluncuran ini, lanjut Maryono, menjadi bagian dari strategi BTN untuk menjemput target pencapaian DPK tahun ini yang dipatok meningkat sekitar 15 perseb dibandingkan tahun lalu.  Khusus DPK ritel diharapkan bisa terkumpul menjadi sekitar Rp58,8 triliun atau tumbuh 15,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp51,6 triliun.

Menurut dia jumlah nasabah baru juga diharapkan bertambah sekitar 1,5 juta rekening. Karena menyasar nasabah ritel, BTN meracik skema pemberian hadiah yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah ritel yang loyal.

"Program tabungan berhadiah merupakan salah satu bentuk apresiasi kami kepada nasabah atas kesetiaannya dan kepercayaannya menggunakan layanan perbankan dari BTN, karena itu kami merespons keinginan mereka mulai dari jenis hadiah, pencairan hadiah dan grand prize yang mereka idamkan," kata Maryono.

Untuk memacu semangat nasabah menabung, BTN membanjiri nasabah ritel dengan poin dari aktivitas perbankan seperti top up tabungan, mempertahankan jumlah saldo, mengaktifkan fasilitas auto debit dan aktivasi mobile banking/internet banking serta melakukan transaksi lewat aplikasi mobile banking BTN atau internet banking BTN seperti membeli pulsa, membayar tagihan listrik/kartu kredit dan bertransaksi di toko online atau merchant dengan menggunakan debit online atau kartu debit BTN.

Selain meraup DPK murah lewat program ini, BTN juga berburu Fee Based Income lewat transaksi elektronik/digital. Adapun transaksi elektronik yang dimaksud adalah transaksi dengan kartu debit maupun dengan aplikasi mobile banking dan internet banking BTN.

"Pertumbuhan e-commerce dan fintech di Indonesia membuat transaksi digital meningkat pesat dan mengerek fee based income, karena itu sebagai bentuk rewards atau pemberian poin akan menguntungkan nasabah," kata Maryono.

Pada 2018 lalu, perseroan mencetak pendapatan non bunga dari transaksi elektronik sekitar Rp114 miliar dengan jumlah transaksi menyentuh sekitar 250 juta transaksi. Sementara di 2019, Maryono memasang target peningkatan fee based income hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu dan volume transaksi bisa dikerek hingga sekitar 288 juta transaksi atau naik 38 persen  dibandingkan target tahun sebelumnya yang dipatok 207 juta transaksi.

Maryono berharap dengan hadirnya program ini dapat memancing nasabah mengoptimalkan pengalaman mereka bertransaksi dengan mobile banking dan kartu debit BTN. "Kami optimistis, transaksi elektronik akan terus meningkat karena Himpunan Bank Bank Negara atau Himbara makin solid melakukan sinergi layanan perbankan elektronik kami, dimulai dari ATM link, EDC Link dan ke depan LinkAja suatu integrasi pembayaran dengan teknologi  QR code," pungkas Maryono.


(SAW)