Indonesia Diharapkan Terapkan Subsidi Upah seperti Singapura

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 08 Feb 2018 12:23 WIB
berita kemenaker
Indonesia Diharapkan Terapkan Subsidi Upah seperti Singapura
Ilustrasi: Tenaga magang (Foto:Antara/Asep Fathulrahman)

Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri berharap Indonesia suatu saat Indonesia bisa menerapkan subsidi upah. Skema ini diyakini dapat mengurangi beban perusahaan membiayai tenaga magang.

Selama ini, perusahaan wajib membayar anak magang sebesar 70 persen dari upah minimum sesuai aturan. Dengan adanya subsidi upah, perusahaan hanya wajib membayar anak magang 10 hingga 30 persen saja.

"Perusahaan dikasih insentif, namanya subsidi upah. Biasanya anak magang menjadi beban murni perusahaan. Sekarang, anak magang menerima upah 100 persen, 90 persen dibayar pemerintah, 10-30 persen dibayar perusahaan," ujar Hanif.

Menaker berkaca pada Singapura yang telah sukses menerapkan skema tersebut. Dia berharap Indonesia bisa melakukan hal serupa. "Di Singapura anak magang terima upah 100 persen. Perusahaan bayar 10-30 persen, 70-90  persen pemerintah yang bayar," ucapnya.

Jika kebijakan fiskal Tanah Air cukup kuat, maka kebijakan mengenai subsidi upah layak dipertimbangkan. Kebijakan tersebut dinilai bisa menjadi sebuah terobosan baru.

Namun, Menaker yakin pembahasan mengenai subsidi upah masih panjang perjalanannya. Oleh sebab itu, ia mengenalkannya dari sekarang dengan harapan bisa dibahas kelanjutannya bersama-sama Komisi IX DPR.

"Bahwa ada kebijakan bisa jadi terbosoan, mungkin bisa juga kebijakan model begini tidak dipakai untuk pukul rata bahwa semua anak magang mendapatkan subsidi. Boleh jadi begitu, tapi hanya sektor tertentu yang kita anggap sektor penting yang disiapkan sumber daya manusianya," tutur Menaker.


(ROS)