BI Dorong Pengembangan LKM Berbasis Syariah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 08 Nov 2017 19:05 WIB
pasar syariah
BI Dorong Pengembangan LKM Berbasis Syariah
Illustrasi. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan lembaga keuangan mikro berbasis syariah untuk menyokong ekonomi dan keuangan syariah. Sayangnya bank sentral tak bisa sendirian karena kerja sama dengan otoritas terkait dan pemerintah menjadi kunci berkembangnya LKM syariah.

"Tidak dapat dipungkiri upaya untuk mendukung pengembangan lembaga keuangan mikro non-bank yang berbasis syariah telah mendapat perhatian dari pemerintah," kata Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi di Grand City Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 8 November 2017. 

Saat ini, lembaga keuangan mikro berbasis syariah terbagi menjadi dua jenis yakni Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) yang berada di bawah pengaturan Kemenkop UKM. Ada pula lembaga keuangan mikro berbasis syariah yang berada di bawah pengawasan OJK yakni Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Dirinya menambahkan, potensi yang ada untuk mengembangkan LKM syariah tersebut belum dikelola secara optimal. Bahkan untuk tingkat provinsi masih banyak hambatan dan kendala yang dihadapi oleh para LKM syariah sehingga perannya dalam perekonomian juga masih tergolong kecil.

"Beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan LKM syariah di antaranya adalah masih rendahnya kualitas dan kapasitas SDM pengelola akan konsep-konsep pengembangan ekonomi syariah da terbatasnya modal serta akses permodalan yang dirasa cukup sulit," jelas dia.

Selain itu, LKM syariah juga dihadapkan pada kesiapan lembaga terhadap pelaporan keuangan yang cukup ketat, manajemen mayoritas masih tradisional, belum memiliki business plan yang matang serta masih rentan akan intervensi pengurus. Kemudian tidak memiliki lembaga sejenis LPS dan persaingan yang semakin ketat dengan perbankan terutama dalam hal pembiayaan (lending).

Meski begitu, lembaga keuangan mikro non-bank yang berbasis syariah sempat mengalami pertumbuhan yang pesat. Lembaga keuangan mikro non-bank yang berbasis syariah seperti Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) bahkan sempat tumbuh di kisaran 40-50 persen di periode tersebut, namun kemudian mengalami penurunan yang signifikan mulai tahun 2014-2015.

"Namun dalam lima tahun terakhir ini, lembaga keuangan mikro khususnya non-bank yang berbasis syariah menghadapi tantangan baik dari sisi pendanaan maupun penyaluran pembiayaan sehingga diperlukan adanya alternatif solusi yang mampu memperkuat pendanaan maupun skema penyaluran pembiayaandi lembaga keuangan nonbank yang berbasis syariah tersebut," pungkasnya.


(SAW)