Mendag Siap Tegur Penimbun dan Penyimpan Beras

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 12 Jan 2018 18:18 WIB
impor berasberas impor
Mendag Siap Tegur Penimbun dan Penyimpan Beras
Ilustrasi penjual beras. (FOTO: ANTARA/Dedhez Anggara)

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) ‎Enggartiasto Lukita mengimbau kepada seluruh pemain beras untuk tidak menimbun dan menyimpan beras saat sedang kosong di pasaran.

"S‎aya beri warning kepada seluruh pemain beras jangan pernah menimbun dan menyimpan beras kosong," tegas Enggar, ditemui di ‎Kantor Pusat Kemendag, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Langkah impor beras ini menjadi solusi utama dan sementara dalam menekan harga beras yang kian melonjak pada saat ini.

‎"Saya bicara solusi ke depan, solusi saat ini yang harus kita capai. Dengan diberitakan, sekarang harga sudah adem. Tidak ada lagi lonjakan harga," tutur Enggar.

Enggar menambahkan keberadaan beras impor ini untuk mengisi stok sementara. Sehingga, tidak mengganggu petani saat musim panen tiba di Februari 2018.‎

"Ini merupakan solusi temporary sampai harga stabil dan stok mulai panen," tambah dia.

Jika tiba saatnya beras ‎impor ini datang, maka harga beras akan kembali turun. Karena beras berpengaruh bagi hajat hidup orang banyak.

"Sekali lagi, beras adalah komoditi utama. Ini berbicara mengenai perut. Kemudian kita sendiri menyaksikan dan semua media memberitakan mengenai kenaikan harga beras yang terus meningkat signifikan," pungkas Enggar.

Seperti diketahui pemerintah melalui ‎Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand. Impor ini sebagai antisipasi karena stok beras mulai berkurang dan harga beras belum menyusut.

 


(AHL)