BI: Kondisi Ekonomi saat Ini Memperbaiki Keyakinan Konsumen

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 06 Jan 2018 14:49 WIB
bank indonesia
BI: Kondisi Ekonomi saat Ini Memperbaiki Keyakinan Konsumen
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)

Jakarta: Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan berlanjutnya perbaikan optimisme konsumen pada Desember 2017.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2017 yang sebesar 126,4, lebih tinggi dari IKK pada November 2017 yang tercatat sebesar 122,1.

Mengutip laman BI, Sabtu, 6 Januari 2017, meningkatnya keyakinan konsumen didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan.


Sumber: Bank Indonesia

Menguatnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran sejalan dengan membaiknya ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama.

Sementara itu, perbaikan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan terutama ditopang oleh meningkatnya ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, kegiatan dunia usaha, dan penghasilan pada masa yang akan datang.

Menguatnya perbaikan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan disertai dengan perkiraan terhadap meningkatnya konsumsi dan tabungan.


Sumber: Bank Indonesia

Kenaikan konsumsi tercermin dari indeks perkiraan pengeluaran konsumsi rumah tangga tiga bulan mendatang yang meningkat 2,9 poin dari hasil survei bulan sebelumnya menjadi 158,7.

Demikian halnya dengan indeks perkiraan jumlah tabungan dalam enam bulan mendatang yang naik 2,9 poin dibanding hasil survei bulan November 2017 menjadi 119,9.

Preferensi bentuk penempatan utama kelebihan pendapatan responden dalam kurun 12 bulan mendatang masih didominasi oleh investasi instrumen perbankan (49 persen responden) dan properti (21,3 persen responden).

Hasil Survei juga mengindikasikan ekspektasi konsumen terhadap peningkatan harga pada enam bulan mendatang (Juni 2018), tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 6 enam bulan mendatang sebesar tujuh poin menjadi 178,4.

Kenaikan ekspektasi harga tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, yaitu meningkatnya permintaan pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.


(AHL)