5 Ribu Calon Pekerja Migran Akan Dididik di 3 BLK

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 08 Feb 2018 20:32 WIB
berita kemenaker
5 Ribu Calon Pekerja Migran Akan Dididik di 3 BLK
Buruh memperingati Hari Buruh Sedunia di Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2013. Foto: MI/Ramdani

Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bersama Tahir Foundation akan melatih dan mendidik 5 ribu calon pekerja migran Indonesia (PMI) di bidang perawat kesehatan dan care giver. Mereka akan dilatih dan dididik di tiga balai latihan kerja (BLK).

Direktur Jenderal Pembinaan, Penempatan, dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker Maruli Apul Hasiloan mengatakan calon PMI akan dilatih di BLK Semarang, Bandung, dan Surabaya. Pelatihan dimulai tahun ini dan akan berlangsung bertahap selama lima tahun.

"Dimulai 2018. (Berdasarkan nota kesepahaman Kemenaker-Tahir Foundation) target seperti itu (lima tahun), tapi bertahap. Karena kami tidak mau ya, dilatih tapi tidak bisa ditempatkan atau tidak ada penempatan," ujar Maruli usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kemenaker-Tahir Foundation di di kantor Kemenaker, Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

Maruli menjelaskan para perawat dan care giver yang sudah dilatih nantinya akan ditempatkan di yayasan atau panti jompo, tidak ditempatkan sebagai pekerja rumah tangga (PRT). Ia juga menegaskan para calon perawat tersebut berlatar pendidikan SMP dan SMA.

"Karena pak Dato Tahir (Chairman Tahir Foundation) dan timnya menghendaki ini bukan melatih yang PRT, tapi melatih upskill atau skill sehingga ditempatkan pada badan hukum, baik yayasan atau panti jompo," jelasnya.

Maruli mengatakan, ruang likup kerja sama ini meliputi penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), penyedia fasilitas sarana dan prasarana, pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan kompetensi bagi calon PMI, dan pertukaran data informasi.

"Memang mengharapkan mereka benar-benar dilatih dan siap kerjaya tinggi," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penempatan dan Perlindungan TKLN Kemenaker Soes Hindharno mengatakan para calon PMI tersebut akan ditempatkan di kawasan Asia Pasifik. Penentuan tujuan negara penempatan diputuskan Kemenaker.

"Pertama kami minta atase tenaga kerja di 12 negara. Misalnya di Qatar, ada pasar apa sih yang bisa untuk penempatan upskill. Bukan dokter, tapi pembantu perawat yang bukan di rumah tangga. Nanti atase akan mengabarkan, oh pasar ini yang dibutuhkan," pungkasnya.


(TRK)