Bekraf: Tahun Politik Bisa Pacu Pertumbuhan Industri Kreatif

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 29 Nov 2017 10:30 WIB
industri kreatifekonomi kreatifbadan ekonomi kreatifbekraf
Bekraf: Tahun Politik Bisa Pacu Pertumbuhan Industri Kreatif
Kepala Bekraf Indonesia Triawan Munaf (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia menilai tahun politik yang akan berlangsung selama dua tahun mendatang akan menjadi tahunnya industri kreatif. Pasalnya, pada momentum itu akan memicu industri kreatif untuk terus berkreasi dan nantinya bisa berdampak positif bagi pertumbuhan.

Kepala Bekraf Indonesia Triawan Munaf mengatakan pada tahun politik banyak hal yang akan dilakukan para pelaku bisnis dan pekerja seni. "Tahun politik adalah tahunnya ekonomi kreatif," sebut Triawan, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Rabu, 29 November 2017.

Ia melihat dua tahun mendatang ekonomi Indonesia akan lebih bergeliat. Industri kreatif pun melihat hal tersebut. Ayah dari penyanyi Sherina Munaf ini menegaskan bahwa industri kreatif tidak akan terpengaruh oleh dunia politik.

Justru dia memprediksi sektor ekonomi di luar industri ini akan terdampak pada ritme dan aktivitas tahun politik. "Kita optimistis. Mungkin yang berpengaruh itu yang non-industri kreatif ya. Karena itu kan lebih terkena politiknya. Kalau kita tidak ada pengaruh politik. Justru terdorong," ungkap dia.

Sebelumnya, kekhawatiran akan adanya pelambatan ekonomi di tahun depan ditepis Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir. Ia meyakini tidak akan ada pelambatan pada 2018 meski sudah memasuki tahun politik.

Iskandar menyebut adanya 171 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada dan dimulainya proses menuju pilpres itu sebagai hal yang positif untuk menggerakkan ekonomi. "Tahun depan menurut saya bagus karena stimulus fiskal dari pilkada kan besar. Sebenarnya kita tidak melambat, tumbuh 4,95 persen  (kuartal II 2017) kan konsumsinya," pungkas Iskandar.

 


(ABD)