Stok Sesuai Standar, Kemendag Tegaskan Tidak Impor Beras

Ilham wibowo    •    Sabtu, 15 Sep 2018 08:10 WIB
impor beras
Stok Sesuai Standar, Kemendag Tegaskan Tidak Impor Beras
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Bandung: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan tidak akan pernah membuka keran impor beras saat stok di dalam negeri memenuhi parameter standar. Batas minimum persediaan cadangan beras nasional telah dijadikan acuan.

"Saya tidak mau ambil risiko orang lapar," ucap Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, dalam sebuah forum diskusi, di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 14 September 2018.

Ia menjelaskan di dalam ilmu ekonomi terdapat hukum baku yakni ketika persediaan berlebih, harga suatu barang tidak akan naik. Sebaliknya, ketika persediaan kurang, harga barang tersebut pasti akan naik.

"Semua hukum ekonomi, mulai dari negara paling barat sampai di negara paling timur, semua pasti seperti itu," ujarnya.

Begitu pun dengan kondisi perberasan di Tanah Air. Ia menilai kenaikan harga beras pada awal tahun ini disebabkan kurangnya persediaan. Pada Februari, stok beras Bulog hanya mencapai 260 ribu ton. Sementara kewajiban untuk penyaluran rastra mencapai 350 ribu ton pada bulan itu.

"Kalau impor tidak masuk, ada defisit beras di Bulog. Untuk rastra saja kurang, bagaimana mau operasi pasar," paparnya.

Atas dasar kurangnya stok itu, tegasnya, pemerintah sejak Januari memutuskan untuk membuka keran impor beras. Keputusan dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Karena melihat persediaan Bulog berada di bawah 1 juta ton, pemerintah harus impor. Wakil Presiden sampaikan itu saat rapat. Di situ juga ada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman)," kata Enggar.

Pada Januari, dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, yang juga dihadiri Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Direktur Utama Perum Bulog, ditetapkan impor beras 500 ribu ton.

Kemudian, rakor kembali dilakukan untuk mengevaluasi kebijakan tersebut pada Maret. Ternyata, karena kondisi stok masih rawan, impor kembali dibuka 500 ribu ton. Kemudian, pada April, diputuskan lagi impor 1 juta ton.

"Siapa yang impor? Bulog. Semua proses mereka yang jalankan.Tender terbuka dilakukan mereka. Bahkan mereka meminta perpanjangan izin impor sampai Oktober karena ada dua kali terlambat pengapalan," pungkasnya.


(ABD)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA