Memaknai May Day sebagai Perayaan Kemenangan Bersama

Gervin Nathaniel Purba    •    Minggu, 15 Apr 2018 10:56 WIB
berita kemenaker
Memaknai May Day sebagai Perayaan Kemenangan Bersama
Dalam rangka memeringati Hari Buruh (May Day) Internasional, Kemenaker menggelar acara bertema May Day is a Fun Day (Foto:Dok.Kemenaker)

Depok: Dalam rangka menyambut perayaan Hari Buruh (May Day) Internasional yang diperingati setiap 1 Mei, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar berbagai rangkaian kegiatan bagi pekerja/buruh dengan tema "May Day is a Fun Day." 

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Lomba Memasak Kreasi Ikan yang dilaksanakan di D'Mall Depok, Jawa Barat, Sabtu, 14 April 2018.

Lomba Memasak Kreasi Ikan ini diikuti oleh 32 peserta. Turut hadir selaku juri, Penasehat Persatuan Dharma Wanita Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Ma'rifah Hanif Dhakiri, Perwakilan Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia Tuti, dan Juara Masterchef Indonesia tahun 2011, Lucky Andreono.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemenaker, Haiyani Rumondang, mengatakan salah satu tujuan penyelenggaraan kegiatan lomba memasak ini adalah mengasah bakat-bakat dan keterampilan pekerja/buruh di bidang kuliner sehingga nantinya mereka bisa memanfaatkan keahliannya itu untuk berwirausaha. 

"Melalui berbagai kegiatan yang lebih positif seperti kegiatan lomba memasak diharapkan akan memberikan efek langsung pada peningkatan keterampilan pekerja/buruh sehingga nantinya mereka bisa memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk memulai usaha di bidang kuliner," kata Haiyani dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 April 2018. 

Selain itu, kegiatan semacam ini diharapkan dapat berdampak pada perubahan citra May Day di Indonesia dari yang sebelumnya sebagai momen untuk berunjuk rasa menjadi momen bersuka cita sesuai dengan tema yang diusung.

"Kegiatan seperti ini patut dicontoh oleh para pemangku kepentingan dalam merayakan May Day. Tujuannya agar pemaknaan peringatan May Day ini tidak lagi identik dengan berunjuk rasa untuk menyuarakan aspirasi pekerja/buruh, akan tetapi membuat suatu gerakan/aksi yang bermanfaat bagi pekerja/buruh dan keluarganya serta masyarakat luas yang dilaksanakan dengan hati yang gembira," jelas Haiyani.

Menurut Haiyani, May Day harus dimaknai sebagai perayaan atas kemenangan bagi pekerja/buruh, pengusaha, dan pemerintah. Sebab, saat ini pemerintah dan pengusaha memiliki tujuan yang sama dengan pekerja/buruh, yaitu bagaimana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sehingga tercipta iklim usaha yang kondusif. 

"Kita harus menyadari bahwa semua pihak saling membutuhkan. Kita harus menjadikan May Day sebagai perayaan kemenangan bersama," ungkapnya. 

Sementara itu, Penasehat Persatuan Dharma Wanita Kemenaker, Ma'rifah Hanif Dhakiri, menyambut baik penyelenggaraan lomba masak yang merupakan rangkaian dari perayaan May Day 2018.

"Kita sampaikan apresiasi kepada para peserta lomba masak yang begitu bersemangat mengikuti perayaan May day ini. Kreasi, tampilan, dan rasa masakan peserta tak jauh berbeda dengan chef-chef profesional," kata Marifah.

Selain lomba memasak, Kemenaker akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan lainnya seperti pemeriksaan kesehatan gratis bagi pekerja/buruh, buruh mengaji, sepeda santai pekerja/buruh, khitanan masal bagi anak pekerja/buruh, kompetisi band pekerja/buruh. 

Selain itu, ada juga kegiatan Liga Pekerja Indonesia, lomba senam Maumere pekerja/buruh, dan jalan santai pekerja/buruh. Puncak dari seluruh kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Jakarta pada 1 Mei 2018.


(ROS)