Toko e-Commerce Virtual Rambah Stasiun

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 12 Sep 2018 06:30 WIB
e-commerceecommerce
Toko e-Commerce Virtual Rambah Stasiun
Presiden Joko Widodo (kiri) mendengarkan penjelasan Menkominfo Rudiantara tentang perkembangan industri perdagangan elektronik (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: JD.ID, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce, melakukan terobosan dengan membuka toko virtual di sembilan stasiun di Jabodetabek. Langkah itu diambil karena perusahaan menilai stasiun adalah lokasi yang mencerminkan masyarakat urban dan milenial.

Head of Corporate Communication and Public Affairs Teddy Arifianto menuturkan dibandingkan dengan mengandalkan iklan di billboard sebaiknya tempat tersebut dimanfaatkan dengan suatu terobosan yakni berbelanja berbasis QR Code.

"Saya mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) dan commuterline bahwa di situ dilihat bahwa masyarakat urban Jabodetabek mobilitasnya banyak menggunakan angkutan umum, terutama kereta. Nah itu yang dibidik, karena mereka yang mencerminkan masyarakat urban," kata Teddy, kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 11 September 2018.

Teddy mengatakan sebenarnya teknologi QR Code bukan pertama kali di dunia. Hanya saja di Indonesia baru pertama kali diterapkan untuk berbelanja. Lebih lanjut, menurutnya, QR Code tidak asing lagi bagi masyarakat milenial. Oleh karena itu, JD.ID membuat cara belanja baru untuk masyarakat milenial.

"Secara target pasar ya mereka itu lah, orang-orang muda generasi milenial. (Di stasiun) lebih mudah kita targetkan mereka, daripada memakai billboard konvensional kan. Jadi mereka butuh cara baru untuk berbelanja," ucap dia.

Sejak toko virtual JD.ID ada di sembilan stasiun yakni di Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Sudirman, Stasiun Sudimara, Stasiun Juanda, Stasiun Gondangdia, Stasiun Cikini, Stasiun Tebet, Stasiun Pasar Minggu, dan Stasiun Depok Baru, pada 5 September 2018 lalu, Teddy menjelaskan antusiasme masyarakat sudah mulai terlihat meski hanya sekadar foto dan bertanya.

"Kalau sekarang ini, karena belum ada woro-woro signifikan. Orang baru sebatas foto, mengamati, dan mulai tanya-tanya. Belum besar lalu lintas transaksinya," sebut dia.

Lebih lanjut, Teddy enggan menyebutkan berapa target transaksi yang akan dicapai perusahaan dengan teknologi ini. Menurutnya JD.ID akan berinovasi tidak hanya di stasiun tetapi di tempat umum lainnya.

"Kedepannya bukan hanya di stasiun tapi di tempat lain. Pilihan barang yang berbeda. Di stasiun barang kebutuham rumah tangga. Kalau di tempat lain mungkin barang lain," pungkas dia.

 


(ABD)