Banyak Toko Kenakan Biaya Tambahan pada Konsumen

   •    Selasa, 19 Jun 2018 14:08 WIB
transaksi non tunaigerbang pembayaran nasional
Banyak Toko Kenakan Biaya Tambahan pada Konsumen
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/ Mohammad Rizal)

Jakarta: Masyarakat makin banyak menggunakan pembayaran nontunai dalam berbelanja di toko atau merchant. Hal itu sejalan dengan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang digagas Bank Indonesia (BI).

BI pun telah mendorong efisiensi transaksi nontunai dengan menurunkan tarif potongan atau merchant discount rate (MDR) yang dikenakan atas transaksi dengan menggunakan mesin electronic data capture (EDC).

Penurunan tarif MDR sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No 19/8/PBI/2017 perihal Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). BI menurunkan MDR untuk transaksi pembayaran Off Us atau transaksi kartu bank A di mesin EDC B. MDR dipatok maksimal satu persen sebelumnya MDR bisa mencapai 2-3 persen.

Untuk transaksi On Us, atau transaksi kartu bank A di mesin EDC bank A sendiri, MDR dipatok 0,15 persen. Sebelumnya, di sejumlah bank MDR untuk transaksi On Us ini ada yang gratis dan ada yang berbiaya.

BI juga telah melarang merchant mengenakan biaya kustomer jika menggunakan jalur pembayaran nontunai.

Namun, ternyata hingga setengah tahun aturan itu berjalan, masih banyak toko atau merchant yang mengenakan biaya kepada konsumen yang melakukan pembayaran nontunai.

Seperti ditemukan di pusat perbelanjaan ITC Kuningan dan Pusat Elektronik Ambassador. Hampir semua toko tetap mengenakan tambahan biaya pemakaian kartu debit dan kartu kredit kepada nasabah.

"Untuk transaksi dengan kartu kredit, pembeli dikenakan charge sebesar tiga persen, dan kalau pakai kartu debit, dikenakan charge sebesar satu persen. Makanya kami sarankan ke pembeli untuk membayar tunai. Dari toko nanti ditemani ke ATM-nya," ujar salah satu pegawai toko tersebut, yang tidak ingin disebut namanya kepada Media Indonesia.

Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan tindakan toko mengenakan biaya tambahan kepada konsumen tidak dibenarkan.

"Itu tidak boleh (pengenaan biaya). Sesuai aturan itu tidak boleh. Nanti kami akan rapikan dan tertibkan agar dilakukan edukasi ke merchant untuk tidak di-charge ke kustomer," ujar Onny saat dihubungi, kemarin. (Media Indonesia)

 


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA