Manufaktur Kunci Memacu Ekonomi

   •    Jumat, 08 Jun 2018 09:51 WIB
industri manufaktur
Manufaktur Kunci Memacu Ekonomi
Ilustrasi industri manufaktur. (Foto: MI/Irfan).

Jakarta: Meski ada tekanan eksternal yang sempat memicu melemahnya nilai tukar, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Pemerintah pun berkomitmen menjaga fundamen ekonomi agar pertumbuhan terus melaju.

"Stabilitas ekonomi sempat terganggu dalam beberapa bulan terakhir, terutama dari eksternal dengan gejala melemahnya kurs. Tapi pelan-pelan bisa kita kendalikan kembali. Mudah-mudahan pertumbuhan berlanjut, tentu bukan hanya pemerintah yang menjaganya, melainkan juga dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR, Kamis, 7 Juni 2018.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2018 sebesar 5,06 persen atau lebih tinggi daripada periode sama di 2017 yang sebesar 5,01 persen. Perge-rakan inflasi pun relatif terkendali dengan target 3,5 plus minus 1 persen sampai pengujung 2018.

Darmin menekankan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terjaga diiringi dengan penurunan tingkat pengangguran, rasio Gini, dan angka kemiskinan.

Menurut dia, pertumbuhan akan semakin berkualitas jika terjadi transformasi struktur ekonomi. Hal itu dapat dilakukan dengan memacu pertumbuhan industri manufaktur sehingga pencapaiannya bisa melebihi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

"Pertumbuhan ekonomi kita kualitasnya memang baik. Masih bisa diperbaiki kalau transformasi ekonominya berjalan lebih baik. Apa cirinya? Kalau sektor manufaktur itu pertumbuh-annya di atas pertumbuhan PDB," jelas mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Sektor Manufaktur

Ketika pertumbuhan manufaktur di atas PDB, kata Darmin, semakin banyak tenaga kerja yang terserap di sektor tersebut. Perluasan lapangan kerja pada gilirannya akan berdampak pada segala lini, yang akhirnya akan membuat pertumbuhan lebih berkualitas. "Tahun depan di tengah tantangan tahun politik, kita tetap fokus pada pemerataan pembangunan dan pertumbuhan berkualitas," tegas Darmin.

Dalam rapat kerja Komisi XI DPR, pemerintah, dan Bank Indonesia beberapa waktu lalu, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 disepakati pada kisaran 5,2 persen-5,6 persen. Meski pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan akan lebih tinggi, Darmin mengakui masih ada tekanan eksternal yang berasal dari risiko perang dagang, terutama antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa terkait dengan pengenaan tarif bea masuk atas komoditas baja. Namun, dia yakin sepanjang fundamen ekonomi kita kuat, hal itu tidak akan terlalu berpengaruh.

Dalam laporan triwulan mengenai kondisi perekonomian Indonesia, Rabu (5/6), Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rodrigo A Chaves, mengatakan kondisi makroekonomi Indonesia bahkan cukup kuat ketimbang negara-negara lain. Dia menilai kebijakan moneter saat ini telah berjalan baik, dengan suku bunga riil terjaga positif dan inflasi masih sesuai target pemerintah yakni 3,5 persen plus minus 1 persen. Ia berpendapat kebijakan BI yang menaikkan suku bunga sebanyak dua kali menjadi 4,75 persen juga merupakan sinyal untuk mempertahankan stabilitas ekonomi. (Media Indonesia)

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA