Kasus Nindya Karya tak Ganggu Kinerja Manajemen Saat Ini

Kautsar Widya Prabowo    •    Sabtu, 14 Apr 2018 21:34 WIB
kasus korupsi
Kasus Nindya Karya tak Ganggu Kinerja Manajemen Saat Ini
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: ANTARA)

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan kasus tindak pidana korupsi yang menimpa anak usahanya, PT Nindya Karya (Persero) tidak akan berdampak pada kinerja manajemen saat ini. 

"Ini kasus 2006, dananya sudah dibekukan tahun 2012. Jadi tidak ada impact pada yang sekarang,"ujar Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno dalam acara family gathering di Sentul, Sabtu, 14 April 2018. 

Ia mengatakankan, pihaknya justru mengapresiasi kinerja manajemen Nindya Karya saat ini, pasalnya telah berhasil mengembalikan keterpurukan hingga meraup keuntungan Rp1,5 triliun. 

"Dulu Nindya Karya itu betul-betul minus, benar-benar merah, minus mencapai Rp500 miliar. Sekarang sudah menjadi positif Rp1,5 triliun. Kita harus memberikan jempol kepada direksi yang sekarang," ucap Rini.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kasus serupa pihaknya kini telah mendapatkan bantuan hukum dari Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat dan Daerah (TP4D) Kejaksaan Agung RI. Sehingga, dalam pelaksanaan pengerjaan proyek pemerintah baik pusat ataupun daerah, kinerjanya bisa diawasi agar tidak keluar batas dan menyimpang.

"Dalam tiap proyek kita didamping oleh TP4B dari Kejaksaan Agung, sehingga kita tidak salah langkah," tutur mantan Menperindag ini.

Lebih lanjut, selaku regulator dan pemegang saham dari Nindya Karya,  Kementerian BUMN memastikan manajemen BUMN sekarang selalu menjalankan panduan dan penilaian good corporate governance (GCG) agar BUMN bertindak fair, profesional dan transparan dalam menjalankan bisnisnya. 

"Score GCG ini masuk dalam key performance indicator (KPI) Direksi BUMN," ujar Deputi Bidang Usaha Kontruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang.


(SCI)