Jokowi: Efisiensi Transportasi Kunci Daya Saing Negara

   •    Sabtu, 08 Apr 2017 16:32 WIB
transportasi
Jokowi: Efisiensi Transportasi Kunci Daya Saing Negara
Presiden Joko Widodo saat groundbreaking jalur kereta di Boyolali. (Foto: dokumentasi Setneg)

Metrotvnews.com, Boyolali: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan efisiensi di sektor transportasi untuk dapat meningkatkan daya saing Indonesia.

"Memenangkan kompetisi itu, dengan cara apa? Dengan memiliki daya saing tinggi. Oleh sebab itu, semua hal yang berkaitan dengan produk, semua hal yang transportasi baik pelabuhan baik darat udara semua harus efisien," kata Presiden di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 8 April 2017.

Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) jalur kereta sepanjang 13,5 kilometer yang menghubungkan antara Bandara Adi Soemarmo, Boyolali dengan stasiun Kota Solo.

"Hampir semua negara maju begitu turun dari pesawat, masuk terminal airport, turun lift sudah ada kereta mau ke mana saja ada. Sambungan antarmoda ini yang akan mengefisienkan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, pengguna diberikan pilihan mau naik taksi, bis, kereta api ini ada, LRT (light rapid transportation) ada ini. Pilihan ini yang harus disediakan negara agar efisien agar memiliki daya saing," tambah Presiden.

Persaingan antarnegara, menurut Presiden saat ini sudah sangat sengit apalagi didorong oleh revolusi digital. "Persaingan antarnegara saat ini sudah sangat sengit sekali, bukan sangat keras lagi, tapi sangat sengit. Keterbukaan revolusi digital juga menyebabkan kita berkejar-kejaran dengan negara lain untuk saling memenangkan persaingan di segala titik baik di industri, perdagangan dan investasi. Dan negara yang memiliki daya saing tinggi dan efisien serta cepat melayani yang akan memenangkan pertarungan," tegas Presiden.




Presiden Jokowi pun bertekad untuk memenangkan persaingan tersebut dengan cara melakukan efisiensi. "Kita efisien penggunaan apa pun, terutama anggaran kalau tidak bebani APBN. (Pembangunan jalur kereta) ini juga tidak dikerjakan APBN saja, kerja sama BUMN, semua daerah. Kalau kerjanya tidak terpadu akan mundur-mundur terus," ungkap Presiden.

Terkait dengan jalur kereta, Presiden juga meminta agar masyarakat paham sisi strategis jalur tersebut sehingga mau ikut bekerja sama dalam pembebasan lahan bila ada lahannya yang terkena proyek.

"Masyarakat harus paham sehingga rakyat memberikan dukungan penuh terhadap setiap hal yang kita lakukan. Pembebasan lahan juga harus cepat untuk diberikan ke pemerintah karena ini untuk kepentingan rakyat banyak. Jangan sampai tidak ada yang menghambat karena masalah pembebasan," jelas Presiden.

Namun, menurut Presiden, selama memerintah 2,5 tahun terakhir, hampir 99 persen urusan tanah bisa diselesaikan dengan baik.

"Karena ini pemerintah pusat, gubernur, bupati semua bekerja baik dibantu kejaksaan, kepolisian, TNI semua mem-back up proyek prioritas nasional. Kita ingin akselerasi pembangunan infrastruktur bisa dinikmati masyarakat," jelas Presiden.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, runway di bandara Adi Soemarmo akan diperpanjang menjadi 3.000 meter dari tadinya hanya 2.000 meter sedangkan luas bandara juga akan digandakan sehingga dapat menampung pesawat A 300-777 dengan target tujuh juta penumpang per tahun.

"Juga jalan menuju ke selatan seharusnya 'digedekan'. Airport-nya 'gede' tapi kalau hanya 'jalan kampung' malu kita. Jalannya dibesarkan sekalian, pembebasannya tugas bupati dan pak gubernur. Siap lagi pak Gubernur? Semuanya menjadi saksi, pokoknya yang siap saya catat, jangan sampai siap nanti di lapangan ada masalah awas," tegas Presiden yang disambut tawa sejumlah undangan antara lain Menteri BUMN Rini Soemarmo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

 


(AHL)