Pusat Perekonomian

Waspadai Penurunan Tanah di Kota Jakarta

Angga Bratadharma    •    Selasa, 20 Jun 2017 07:23 WIB
ekonomi daerah
Waspadai Penurunan Tanah di Kota Jakarta
Suasana kawasan perkantoran di Jakarta (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penurunan tanah atau land subsidence di Jakarta yang diperburuk dengan meningkatnya permukaan air laut membuat lebih dari 40 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut. Hal itu perlu dicarikan jalan keluarnya mengingat Kota Jakarta merupakan pusat bisnis dan pusat perekonomian.

"Sebagian besar daerah ini berada di wilayah utara Jakarta," jelas Dosen Universitas Indonesia Rudi Tambunan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa 20 Juni 2017.

Menurut Rudy, data tersebut berdasarkan hasil penelitian konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS), yang merupakan cikal bakal program NCICD (National Capital Integrated Coastal Defense), yang sekitar 2011 melakukan sebuah studi persiapan untuk membuat tanggul atau dam raksasa di pantai utara Jakarta yang sekarang dikenal sebagai Giant Sea Wall.

"Akibat penurunan tanah dan meningkatnya permukaan air laut maka luas lahan yang berada di bawah permukaan air laut akan semakin besar," jelas Rudy.

Berdasarkan penelitian tersebut, tambah Rudy, sejak 1974-2010 telah terjadi penurunan muka tanah hingga 4,1 meter di wilayah Muara Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Wilayah Cengkareng Barat mengalami penurunan 2,5 meter, Daan Mogot 1,97 meter, Ancol 1,88 meter, Cempaka Mas 1,5 meter, Cikini 0,80 meter dan Cibubur 0,25 meter.

Penurunan muka tanah yang makin pesat terjadi karena penyedotan air bawah tanah untuk kepentingan rumah tangga dan industri. "Tanpa upaya terencana untuk mengatasi hal ini, Jakarta akan lebih cepat dan lebih banyak wilayahnya yang tenggelam," kata Rudy.

Menurut Rudy, proyek NCICD akan bisa menekan risiko atau menghindari tenggelamnya Jakarta sebelum 2050. "Solusi yang digagas pemerintah cukup komprehensif. Tak hanya soal banjir sebenarnya. Tapi, mencakup juga hal lain yang menjadi problem ibukota," jelas Rudy Tambunan.

Menurut Rudy, ibukota membutuhkan lahan yang luas untuk menampung perkembangan populasinya. Penduduk Jakarta sudah lebih dari 10 juta. "Ada atau tidak ada reklamasi, penduduk di Jakarta akan terus bertambah. Ini juga harus dicarikan solusinya," ucap Rudy.


(ABD)