Masyarakat Sekitar PLBN Motaain Antusias Tukar Uang Baru

Eko Nordiansyah    •    Senin, 17 Jul 2017 15:59 WIB
rupiah
Masyarakat Sekitar PLBN Motaain Antusias Tukar Uang Baru
Illustrasi. MTVN/Eko N.

Metrotvnews.com, Atambua: Bank Indonesia (BI) meluncurkan pilot project program Jangkau untuk menyediakan uang rupiah bagi masyarakat di daerah terpencil, terluar, dan terdalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam pilot project ini, bank-bank BUMN dan BPD NTT melayani penukaran uang masyarakat.

Salah seorang warga yang mengantre, Roni, 34, mengaku antusias untuk menukarkan uang rupiah. Apalagi di sini tak hanya melayani penukaran uang rupiah lama ke uang rupiah baru, tetapi masyarakat juga bisa menukarkan uang yang sudah tidak layak edar.

"Cukup senang dengan adanya layanan ini. Karena selama ini kita masih pakai uang lama. Jadi dengan adanya penukaran ini kita juga bisa dapat uang baru," kata dia kepada Metrotvnews.com, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Senin 17 Juli 2017.

Hal senada diungkapkan, Agus, 21, yang mengaku baru pertama kali mendapat uang rupiah tahun emisi 2016. Dirinya berharap kegiatan seperti ini bisa semakin sering dilakukan untuk mengurangi penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan.

"Ini baru pertama dapat uang (terbitan) baru. Selama ini memang masih ada warga yang masih menggunakan dolar dari Timor Leste untuk bayar-bayar atau beli di toko atau warung di sini," kata Agus.

Tak hanya orang tua, sejumlah pelajar yang baru pulang sekolah juga ikut mengantre untuk bisa mendapatkan rupiah baru. Bahkan mereka rela menunggu nomor antreannya dipanggil oleh petugas meski hanya menukar kurang dari Rp10 ribu.

"Senang bisa punya uang baru. Mau disimpan dulu karena uangnya juga masih baru," seru sekumpulan anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) yang baru saja menukarkan uangnya.

Sebelumnya BI bersama dengan Himbara, BPD NTT dan Pegadaian bekerja sama untuk menyediakan uang rupiah di daerah perbatasan. Harapannya adalah untuk menunjukan kedaulatan rupiah di setiap transaksi di NKRI sesuai dengan UU Mata Uang No. 7 Tahun 2011 tentang penggunaan uang rupiah.

Pilot project BI Jangkau akan dilakukan di delapan provinsi yang memiliki daerah terpencil, terdepan, dan terluar yaitu Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua.


(SAW)