Kemendag akan Buka Keran Impor Gula

Patricia Vicka    •    Selasa, 18 Apr 2017 17:32 WIB
gula
Kemendag akan Buka Keran Impor Gula
Kemendag akan buka impor gula. (FOTO: MTVN/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana membuka keran impor gula. Upaya ini dilakukan untuk mencukupi stok gula dipasaran untuk beberapa bulan ke depan.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag Bachrul Chairi mengatakan hasil pantauannya ke beberapa pasar tradisional di seluruh Indonesia suplai gula untuk beberapa bulan ke depan tidak mencukupi permintaan pasar. Sementara stok sembako lainnya seperti beras, minyak, dan daging sapi cukup aman.

"Suplai nasional cukup 3-4 bulan. Tapi ada sedikit kekurangan di komoditas gula. Akan ditutupi dengan import," kata Bachrul usai meninjau sembako di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa 18 April 2017.

Pihaknya berencana mengimpor gula sebelum Lebaran tiba. Namun untuk jumlah, masih diperhitungkan kembali.

Untuk mengantisipasi kebutuhan gula, beras dan daging bulan ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan para produsen untuk saling berkordinasi mencukupi permintaan di pasar.

Hasil pantauannya. Bachrul mengatakan hampir seluruh pasar tradisional dan modern di Yogyakarta sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) yang dikeluarkan Kemendag pada pekan lalu.

Berdasarkan catatan Kemendag, stok beras di Bulog Divre DIY saat ini tersedia 23 ribu ton. Sementara gula pasit tersedia 18 ribu ton. "Stok beras cukup untuk mencukupi 3-4 bulan. Kalau daging beku kurang diminati konsumen Yogyakarta," pungkasnya.

Pantauan Metrotvnews.com, harga beras di pasar Beringharjo dan Superindo Sultan Agung berkisar Rp8.500 hingga Rp12.000 per kilogram. Sementara minyak goreng berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per liter. Sedangkan daging sapi segar dipatok Rp105 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram (kg).


(AHL)